PURWOKERTO.SUARA.COM – Banjarnegara sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah selain menyimpan berbagai pesona keindahan dan daya tarik wisata, ternyata menyimpan beberapa catatan tragedi alam.
Kabupaten dengan total luas wilayah sebesar 106.971,01 ha tersebut lebih banyak didominasi dengan kontur pegunungan baik di wilayah utara dan selatan.
Dibalik pegunungan dan pesona alam yang apik serta berbagai macam destinasi wisatanya, ternyata Banjarnegara juga menyimpan beberapa catatan sejarah tragedi alam.
Dilansir dari berbagai sumber inilah lima bencana atau tragedi alam berskala besar yang pernah terjadi di Banjarnegara.
1. Tragedi Sileri 1944
Seperti kita ketahui bersama, kawah Sileri merupakan salah satu kawah yang sangat aktif di dataran tinggi Dieng, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara.
Dalam catatan sejarah, kawah Sileri beberapa kali erupsi dan menimbulkan korban jiwa yang tidak sedikit.
Pada 4 Desember 1944 kawah Sileri erupsi dan sedikitnya merenggut nyawa 117 orang, sementara pada sumber lainnya menyebutkan erupsi Sileri 1944 tersebut menewaskan 59 orang dan 55 lainnya hilang.
2. Tragedi Legetang 1955
Baca Juga: UIN Saizu Luncurkan Film Pendek 'Kuliah', Dibintangi Tarmin 'Ngaklak' dan Sugino 'Mlekoki'
Legetang merupakan nama suatu dukuh atau permukiman penduduk di wilayah dataran tinggi Dieng, Kecamatan Batur.
Akibat longsor dahsyat, dukuh legetang yang awalnya merupakan sebuah lembah berubah menjadi bukit raksasa dan mengubur habis seisi dukuh tersebut.
Tercatat 351 orang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut yang terdiri dari 332 warga legetang dan 19 lainnya merupakan pendatang.
Minimnya alat berat pada masa itu membuat korban dibiarkan terkubur digundukan tanah tersebut yang saat ini berubah menjadi bukit.
Untuk mengenang peristiwa tersebut dilokasi kejadian longsor dibangun tugu peringatan legetang 1955.
3. Tragedi Sinila 1979
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sepatu Lari Tahan Air Selevel Nike Vomero 18 GTX, Kualitas Top
- 5 HP Xiaomi dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5, Terkencang di 2026!
- Sunscreen SPF 50 Apa yang Bagus? Ini 5 Pilihan untuk Perlindungan Maksimal
- Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
- Foto Pangakalan Militer AS di Arab Saudi Hancur Beredar, Balas Dendam Usai Trump Hina MBS
Pilihan
-
Mulai Besok! BPH Migas Resmi Batasi Pembelian Pertalite dan Solar, Cek Aturan Mainnya
-
Masyarakat Diminta Tak Resah, Mensesneg Prasetyo Hadi Tegaskan Harga BBM Belum Ada Kenaikan
-
Clara Shinta Minta Tolong, Nyawanya Terancam karena Suami Bawa Senjata Api
-
Harga Pertamax Naik Nyaris Rp18.000 di April Besok? Ini Kata Pertamina
-
Petir Bikin Duel Kepulauan Solomon vs Saint Kitts and Nevis di Stadion GBK Ditunda
Terkini
-
Duh, Cupi Cupita Dituduh Tikung Tunangan Orang
-
5 Fakta Gugurnya 3 Prajurit TNI dalam Misi Perdamaian PBB di Lebanon
-
Oase di Balik Pagar Bandung Zoo: Saat Masalah Kesejahteraan Satwa dan Pegawai Ada Titik Terang
-
Jabat Pjs, Jeffrey Hendrik Siap Kirim Surat ke OJK Lamar Dirut BEI 2026-2030
-
Heboh Aturan Isi Pertalite Dibatasi 50 Liter, BPH Migas Buka Suara
-
Pemerintah Berduka 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Minta Kewaspadaan Ditingkatkan
-
Modal Air Detergen, Komplotan 'Black Dollar' di Meruya Libas Uang WN Korea Rp1,6 Miliar
-
Wamendagri Warning ASN: WFH Bukan Berarti Libur, Pelayanan Publik Jangan Sampai Terganggu!
-
Gagal Kendali di Kecepatan Tinggi: Drama Kecelakaan Truk Air Mineral di Jalur Cimaragas
-
Pengamat UGM Nilai Keputusan Tahan Harga BBM Tepat, Jaga Daya Beli di Tengah Tekanan Global