PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Berwisata ke hutan mangrove di Kebumen memberikan pengalaman berlibur ala petualang alam rimba.
Tak hanya pantai, Di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, juga terdapat wisata alam hutan mangrove yang asri.
Berada di Kecamatan Ayah atau tepatnya sebelum pantu masuk pantai Logending, wisata edukasi mangrove ini berada.
Menikmati suasana alam diringi pemandangan ribuan pohon mangrove. Udara sejuk dan semilir angin pantai menambah kesegaran setelah beraktifitas.
Ketika masuk, pengunjung langsung disambut jogging trek dari anyaman bambu. Jogging trek mengantarkan wisatawan menyusuri hutan mangrove yang rindang.
Meski cuaca panas, namun rindangnya pepohonan menaungi trek dengan sempurna. Pengunjung akan merasa lebih nyaman berjalan menikmati suasana.
Tak sampai disitu, disalah satu ujung hutan terdapat menara dan jembatan bambu di atas air. Di sepanjang jembatan bambu tersebut juga terdapat gazebo untuk bersantai.
Sementara menara bambu juga bisa dinaiki pengunjung untuk melihat pemandangan dari ketinggian.
Sesekali perahu wisata tampak melintas di perairan. Barisan bukit hijau menjadi latar belakang yang sempurna untuk berfoto.
Baca Juga: Bejat! Seorang Kakek Cabuli Tetangga Pengidap Down Syndrome di Wonosobo
Arif, pengunjung asal Banyumas mengatakan, dirinya baru mengetahui dan baru pernah mengunjungi wisata ini.
“Baru pernah ini, sama temen. Tahu (lokasi) dari teman yang pernah kesini. Bagus, nyaman dan tenang,”ungkap Arif.
Lokasi wisata ini cukup luas.
“Luasan hutan mangrove yang sudah ada SK nya ini kmsekitar 18,5 hektare lebih,”sebut Kambang, salah satu penjaga wisata yang sedang bertugas.
Pengelola juga menyediakan fasilitas perahu kano untuk wisata minat khusus.
“Untuk wisata umum dan juga minta khusus. Kami juga ada paketnya. Ada konservasi menanam, naik perahu dan sebagainya,”jelasnya.
Hanya saja, akses jalan masuk menuju lokasi wisata hutan mangrove ini masih belum diperbaiki.
“Dan juga belum ada gapura atau papan petunjuk wisata kesini. Jadi kalau bingung bisa tanya ke warga untuk sementara ini,”ujar Kambang.
Untuk menikmati wisata alam ini, wisatawan akan dikenai tiket Rp 10 ribu per orang. Wisata ini buka dari jam 8 pagi sampai jam 5 sore selama cuaca mendukung. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Mudik Dilakukan Minimal 10 Hari Sebelum Lebaran
-
Jadwal Imsakiyah Bukittinggi Hari Ini, Rabu 25 Februari
-
Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret
-
Daftar 7 Masjid di Sumatera Selatan untuk Iktikaf 10 Malam Terakhir Ramadan 2026
-
Kubu Kerry Riza Sebut Jaksa Paksakan Keputusan Bisnis Jadi Tindak Pidana Korupsi
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Jakarta Rabu, 25 Februari 2026: Lengkap Waktu Sahur hingga Magrib
-
Jadwal Imsak Bandar Lampung 25 Februari 2026, Catat Waktu Subuh hingga Magrib Hari Ini
-
Manchester City Terancam Dikurangi 60 Poin Buntut 115 Dakwaan Finansial Premier League
-
Gubernur, Kadis PUPR dan Bupati Dipanggil PN Pandeglang: Buntut Gugatan Warga Soal Jalan Berlubang
-
Jadwal Imsak Palembang Rabu 25 Februari 2026 Lengkap dengan Niat Puasa Ramadhan