PURWOKERTO.SUARA.COM Berbagai olahan dapat dibuat dari daging kurban. Banyak orang tentu menginginkan memasak daging menjadi empuk. Beberapa mitos yang beredar untuk membuatnya menjadi empuk ketika dimasak, salah satunya memasukkan sendok. Beredar di masyarakat, memasukkan sendok ke dalam daging saat dimasak dapat membuat daging menjadi empuk dan lembut.
Hal itu membuat banyak orang akan memasukkan sendok ke dalam masakan agar daging tersebut menjadi empuk dan lembut. Namun, benarkah memasukkan sendok bisa membuat masakan daging menjadi empuk?
Dikutip dari suara.com, memasukkan sendok ke dalam masakan untuk membuat daging empuk tidak ada penelitian resmi yang menjelaskannya. Jika kandungan logam pada sendok bisa melunakkan daging, justru panci seharusnya malah lebih efektif.
Daging yang a lot disebabkan karena otot rangka. Jaringan khusus yang terhubung dengan tulang sehingga membuat hewan mudah bergerak.
Pada daging juga terdapat serat elastis yang dibungkus perimysium, lalu menyatu sehingga dengan kolagen. Kepadatan serat otot dengan kolagen itu yang menentukan apakah daging menjadi empuk atau tidak ketika dipotong.
Agar menjadi lunak, maka harus memecah jaringan serat pada daging yang padat itu. Jika jaringan serat itu masih kuat, maka daging akan tetap keras.
Agar jaringan serta dapat dipecah dan membuat daging semakin lunak, dapat dipengaruhi berbagai hal seperti bumbu dan bahan untuk merendamnya. Selain itu, melakukan tenderisasi serta cara memasak daging tersebut juga bisa menjadi faktor yang membuatnya menjadi empuk atau tidak.
Bumbu perendam seperti jahe, pepaya, bisa bantu memecah kolagen pada daging sehingga akan membuatnya menjadi empuk dan mudah memotong. Untuk tenderisasi yaitu proses memecah jaringan serat ikat dan kolagen dengan palu atau pisau juga jadi cara agar bantu daging menjadi empuk.
Cara memasak daging juga berpengaruh pada empuk atau tidaknya daging. Disarankan untuk memasaknya dengan api kecil dan dalam waktu lama. Hal ini akan bantu membuat kolagen pada daging menjadi gelatin sehingga lebih empuk saat dikonsumsi.
Baca Juga: Ibu-ibu Wajib Tahu, Kurangi Konsumsi Sodium untuk Keluarga Bermanfaat untuk Kesehatan
Maka, menggunakan sendok untuk bisa membuat daging menjadi empuk adalah kurang tepat. PMasyarakat dapat menggunakan cara yang benar untuk membuat daging empuk yaitu dengan pengaruh bumbu, proses tenderisasi, serta cara memasaknya. Ketiga hal tersebut yang jadi faktor membuat daging menjadi empuk.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Predisi Skor Tunisia vs Jepang Piala Dunia 2026: Head to Head, Susunan Pemain dan Fakta Menarik
-
Akankah Harley-Davidson 40 Jutaan Beredar Global Termasuk ke Indonesia?
-
Polisi Tetapkan Tersangka Karhutla 180 Hektare di Bengkalis
-
Fakta Menarik Trofi Emas Piala Dunia: Pernah Dicuri, Bukan Milik Sang Juara
-
Rano Karno: Indonesia Saat Ini Butuh Keberanian Bung Karno
-
Tecno Spark 50 Pro Hadir Bawa Sensor Sony LYTIA 600, Siap Gebrak Pasar Indonesia
-
Kecelakaan Beruntun di Tol Becakayu, Toyota Altis Diduga Hilang Kendali dan Tabrak Dua Mobil
-
Megawati Hadiri Bung Karno Festival 2026, Duduk Berdampingan dengan Pramono Anung
-
3 Calon Pemain Naturalisasi yang Kemungkinan Tak Dilirik John Herdman ke Timnas Indonesia
-
Silsilah Keluarga Roy Suryo, Keturunan Keraton Mana?