PURWOKERTO.SUARA.COM Saat Idul Adha akan dengan mudah menemukan daging sapi sebagai kurban. Mengkonsumsi daging sapi yang terlalu banyak juga harus diwaspadai karena dapat mendatangkan efek buruk bagi kesehatan.
Konsumsi daging sapi berlebihan dan terus-menerus, menimbulkan efek jangka panjang juga yang juga harus ditanggung oleh tubuh.
Berikut beberapa efek kesehatan yang bisa terjadi apabila konsumsi daging sapi berlebihan.
1. Kolesterol Tinggi
Daging mengandung banyak lemak yang dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh. Kolesterol naik dapat memicu beragam penyakit. Beberapa penyakit yang harus diwaspadai akibat kolesterol tinggi adalah stroke dan penyakit jantung. Dua penyakit ini bisa berefek seumur hidup. Terlebih bagi orang yang sudah berumur di atas 40 tahun.
2. Gangguan Metabolisme
Efek kesehatan dari konsumsi daging kambing terlalu banyak adalah gangguan metabolisme. Kandungan lemak yang lebih banyak daripada serat dalam daging sehingga proses pencernaan bisa terganggu. Maka dari itu, sangat penting untuk mengimbangi konsumsi daging sapi dengan buah dan sayuran.
3. Penyebab Dehidrasi
Dehidrasi atau kehausan dapat terjadi jika terlalu banyak mengkonsumsi daging sapi. Kandungan protein yang terlalu tinggi di dalam daging dapat mendorong ginjal lebih banyak memproses keluarnya cairan urine dalam tubuh. Urine yang keluar terlalu sering menyebabkan tubuh kita bisa kekurangan cairan dan berdampak pada keletihan.
Baca Juga: Mendunia, Lemparan Maut Pratama Arhan Justru Dilarang di Liga Inggris?
4. Menyebabkan Pusing
Dehidrasi yang berlebihan akan berefek pada kesehatan tubuh. Salah satu yang paling sering adalah menyebabkan pusing. Jika hal ini terus terjadi dan tak segera ditangani maka bisa mengganggu aktivitas sehari-hari atau sampai dirawat di rumah sakit.
5. Menyebabkan Bau Mulut
Bau mulut menjadi masalah yang sering dianggap sepele padahal sangat mengganggu sebagai efek makan daging sapi terlalu banyak. Bau mulut memang tidak menyebabkan rasa sakit seperti efek samping lain, namun hal ini bisa sangat mengganggu dalam hubungan sosial dengan orang lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- Bacaan Niat Puasa Ramadan Sebulan Penuh, Kapan Waktu yang Tepat untuk Membacanya?
- Terpopuler: Waktu yang Ideal untuk Ganti HP, Rekomendasi HP untuk Jangka Panjang
- Tak Hanya di Jateng, DIY Berlakukan Pajak Opsen 66 Persen, Pajak Kendaraan Tak Naik
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
Pilihan
-
Bisnis Dihimpit Opsen, Pengusaha Rental Mobil Tuntut Transparansi Pajak
-
Pesawat Pengangkut BBM Jatuh di Krayan Timur, Pencarian Masuk ke Hutan Belantara
-
Resmi Dibuka! Jadwal Penukaran Uang Baru 2026 Periode Kedua di PINTAR BI Go Id
-
Murka ke Wasit Majed Al-Shamrani, Bojan Hodak: Kita Akan Lihat!
-
Warga Boyolali Gugat Gelar Pahlawan Soeharto, Gara-gara Ganti Rugi Waduk Kedungombo Belum Dibayar
Terkini
-
Omzet Pedagang Takjil di Benhil Melejit di Hari Pertama Ramadan
-
Latte Factor Versi Ramadan: Mengapa Takjil Rp20 Ribu Sehari Diam-diam Bikin Kantong Bolong?
-
Amuk Bojan Hodak Usai Laga Persib Lawan Ratchaburi Gara-Gara Oknum Suporter Masuk Lapangan Hijau
-
4 Moisturizer untuk Cegah Dehidrasi dan Perkuat Skin Barrier saat Puasa
-
X-Ride Versi Mewah, Harga Setara Yamaha Aerox: Ini Dia Motor Matik Street Tampilan Kece
-
Siswa SLB di Jogja Jadi Korban Pelecehan Seksual, Disdikpora DIY Skors Guru PNS Terduga Pelaku
-
Hadapi Persib, Bintang Timnas Malaysia Anggap Sebagai Pemanasan Lawan Timnas Indonesia di Piala AFF
-
Film I Was a Stranger: Perjalanan Haru yang Menyentuh di Tengah Perang
-
Main Dark Comedy, Fedi Nuril Ngaku Mau Geser Komika dari Layar Lebar
-
Viral, 'Tembok Ratapan Solo' di Google Maps Rumah Jokowi