PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS – Nyali penambang emas rakyat di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah terbilang berani, kalau bukan nekat. Mereka menggali hingga kedalaman puluhan meter secara manual dengan peralatan ala kadarnya. Para pemberani itu kemudian dijuluki "Raja Tikus".
Mereka yang menyandang julukan Raja Tikus adalah pekerja yang berasal dari Bogor, Jawa Barat. Merekalah yang menjadi ujung tombak penggalian lubang tambang hingga puluhan meter dalamnya.
Tak hanya menggali, mereka juga dikenal piawai menemukan urat emas di perut bumi. Karena itu, mereka kadang harus makan dan tidur di dalam terowongan sempita tambang emas.
Maka ketika musibah air bah datang, merekalah yang terjebak di dalam lubang. Air resapan mengucur dari dinding lubang.
Air semakin besar hingga memenuhi lubang tambang. Para pekerja tambang yang ada di dalam tak sempat keluar terjebak di dalam lubang tambang.
Sajak saat itu, tim SAR gabungan menggelar operasi pencarian. Operasi pencarian kini memasuki hari kelima sejak Rabu lalu.
Perkembangan operasi SAR hari ke lima yaitu Tim SAR Gabungan terbagi menjadi 5 titik Worksite. Dikarenakan Worksite A-4 yang berada di Sumur II sudah kering dan tidak ada pengaruh ke sumur Bogor maupun Dondong.
Dan Personil serta pompa air yang berada di Worksite A-5 bergeser ke Worksite A-3 dikarenakan Worksite A-5 sudah tidak ada lagi pengerjaan untuk pengurasan sumur.
"Dengan dukungan pompa air yang berada di Worksite A-1, terdapat penurunan muka air kurang lebih menjadi 13 meter. Selain itu, Tim SAR Gabungan juga melakukan pengalihan aliran air dari Sungai Tajur ke Sungai Datar bagian bawah guna mengurangi debit air yang mengarah ke sumur-sumur galian,” kata Kepala Kantor SAR Cilacap, Adah Sudarsa.
Sejumlah pihak menggelar rapat koordinasi dan evaluasi. Mereka antara lain Kepala Kantor SAR Cilacap, Bupati Banyumas, Kapolresta Banyumas, Dandim 0701 Banyumas, Jajaran Forkopimda Banyumas, serta keluarga korban.
”Terima kasih kami ucapkan kepada seluruh Tim SAR Gabungan yang telah membantu dalam proses upaya evakuasi terhadap keluarga kami. Kami ikhlas dengan musibah yang menimpa keluarga kami, bagaimanapun hasilnya nanti. Tapi kami masih berharap Tim SAR Gabungan untuk dapat mengevakuasi dalam keadaan apapun hingga hari ke tujuh”, ungkap salah satu keluarga korban.
Tim SAR Gabungan masih terus mengupayakan semaksimal mungkin untuk dapat mengevakuasi kedelapan penambang yang masih terjebak di dalam lubang galian sampai hari ke tujuh operasi SAR.***
Berita Terkait
-
Literasi Digital di Banyumas Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Melalui Media Sosial
-
Pencarian 8 Penambang Emas Pancurendang Memasuki Hari Kelima
-
Basarnas Terjunkan Regu Khusus untuk Evakuasi 8 Penambang Emas yang Masih Terjebak
-
Warga Pancurendang Gelar Doa Bersama untuk 8 Penambang, Ustaz: Semoga Khusnul Khatimah
-
Skenario Baru Evakuasi 8 Pekerja Tambang Emas Ilegal di Banyumas
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
Terkini
-
5 Fakta Senggol Berujung Maut di Cengkareng, Pegawai Toko Roti Tewas Dibacok
-
Link Live Streaming Arsenal vs Atletico Madrid: Rebut Tiket Final, The Gunners!
-
7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
-
Izin Makan Jadi Celah, Bagaimana Anggota TNI AD Kabur Saat Diperiksa Kasus Kekerasan Seksual Anak?
-
18.000 Liter Minyakita Oplosan Disita di Bengkulu, Pakai Minyak Curah dan Kemasan Diubah
-
Letjen TNI Agus Widodo Dikabarkan Resmi Jabat Wakil Kepala BIN, Gantikan Komjen Imam Sugianto
-
Bukan Oplosan, Ini Modus 'Halus' Penjualan BBM Subsidi di Kalbar yang Terungkap
-
Pelarian Berakhir! Kaur Keuangan Desa Petir Ditangkap Usai 7 Bulan Sembunyi Akibat Korupsi Rp1 M
-
Bongkar Penyebab Banjir Puncak - Cipanas, Alih Fungsi Lahan Jadi Biang Kerok
-
4 Rekomendasi Serum Wajah di Bawah Rp150 Ribu, Murah tapi Kualitasnya Top Bikin Auto Ganteng