/
Selasa, 01 Agustus 2023 | 18:51 WIB
Tim SAR gabungan menebar bunga di makam delapan penambang emas di Pancurendang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas, Selasa 1 Agustus 2023. (Dokumentasi Basarnas Cilacap)

PURWOKERTO.SUARA.COM, BANYUMAS – Genap sepekan sudah operasi penyelamatan delapan penambang emas di Desa Pancurendang, Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas berjalan. Namun upaya penyelamatan ini tak juga berhasil mengevakuasi delapan orang penambang ini. Setelah hari ketujuh, Tim SAR gabungan akhirnya menghentikan operasi penyelamatan ini.

Basarnas turun setelah mendapat laporan kejadian kecelakaan kerja pada Selasa (25/7/2023) pukul 23.00 WIB.

Ada delapan orang terjebak di lubang tambang akibat datangnya air secara tiba-tiba dan menggenangi lorong pertambangan di pertambangan emas rakyat Desa Pancurendang Kecamatan Ajibarang Kabupaten Banyumas.

Sebanyak delapan orang penambang emas tersebut seluruhnya berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Mereka di antaranya Cecep Suriyana (29), Muhamad Rama Abd Rohman (38), Ajat (29), Mad Kholis (32), Marmumin (32), Muhidin (44), Jumadi (33), Mulyadi (40).

”Berdasarkan hasil analisa serta musyawarah antara Tim SAR Gabungan, para ahli, dan keluarga korban, maka operasi SAR dinyatakan ditutup. Apabila terdapat informasi dan atau adanya tanda-tanda korban untuk dapat dievakuasi, maka Operasi SAR dapat dibuka kembali," kata Adah Sudarsa, Kepala Kantor SAR Cilacap yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator (SMC).

Adah juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat dalam operasi SAR Ajibarang. Dengan telah ditutupnya Operasi SAR ini, maka seluruh unsur SAR Gabungan yang terlibat dapat kembali ke kesatuannya masing-masing. 

”Kami atas nama Tim SAR Gabungan memohon maaf sebesar-besarnya serta turut berbela sungkawa atas musibah yang telah terjadi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran dan ketabahan," katanya.***

Load More