PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Bupati Kebumen, Arif Sugiyanto, mengeluhkan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Sebab, selisih dana yang diterima Kabupaten Kebumen yang punya pabrik rokok hanya terpaut Rp 2 miliar dengan kabupaten lain yang tidak memiliki pabrik rokok.
Kebumen memiliki pabrik rokok di Gombong dengan kapasitas produksi yang besar. Dalam satu tahun pabrik ini bisa memberikan masukan untuk negara sebesar Rp300 miliar.
Namun, Bupati Arif menyayangkan pembagian hasilnya dari DBHCHT hanya terpaut sedikit dengan kabupaten lain. Kebumen mendapat Rp14 miliar per tahun, sedangkan kabupaten tetangga Rp12 miliar, atau selisih Rp2 miliar. Padahal kabupaten tersebut tidak punya pabrik rokok.
"Saya nantinya akan memberikan surat kepada Bapak Gubernur tentang keluhan ini, agar bisa dipahami," kata Bupati Arif Sugiyanto meletakan batu pertama pembangunan gedung Sentra Industri Hasil Tembako (SIHT)di Lapangan Tumbakkeris Desa Petanahan, Kecamatan Petanahan, Kebumen, Rabu (2/8/2023).
Ini merupakan SIHT pertama yang dibangun oleh pemerintah kabupaten untuk menjadi rumah bersama para pelaku industri rokok rumahan yang ada di Kecamatan Petanahan, mengingat Petanahan dikenal warganya banyak bekerja sebagai pengrajin rokok.
"Dengan adanya SIHT ini, 12 pengrajin rokok yang ada di Petanahan menjadi terintegrasi. Nantinya gedung Ini menjadi rumah bersama bagi mereka untuk memproduksi rokok, sehingga sistem kerjanya, dan hasilnya bisa lebih baik," ujar Bupati Kebumen.
Anggaran untuk pembangunan gedung ini menggunakan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) sebesar Rp654 juta. Ada tujuh gedung yang nantinya akan dibangun. Namun, untuk tahap awal, tahun ini baru satu gedung yang dibangun.
SIHT dibangun di atas tanah milik pemerintah daerah dengan luas 5000 meter atau setengah hektar.
"Insya Allah bertahap akan kita bangun lagi, mengingat anggaran terbatas. Insya Allah akhir tahun selesai," ujarnya.
Bupati menyampaikan bahwa SIHT bukan hanya bangunan kosong, tapi dengan peralatan produk pembuatan rokok, agar masyarakat bisa semakin terbantu. Yang menarik di sini dari 12 pengrajin rokok yang ada di Petanahan semua sudah produksi rokok legal.
"Jadi yang ditekankan di sini adalah, rokok-rokok yang diproduksi warga ini bukan rokok ilegal. Tapi sudah masuk bea cukai, pemerintah turut memfasilitasi pengurusan produk rokok mereka secara resmi," ujar dia.***
Berita Terkait
-
Ibu Guru BK di Kebumen Ngeri Lihat Pelajar Live IG Bawa Parang, Kapolres Ikut Prihatin
-
Kasus Kekerasan Terhadap Anak di Kebumen Meningkat, Dilakukan Orang-orang Ini
-
Candra Bahara kembali Nahkodai AGSI Banjarnegara
-
Rp 408 Juta dari Kemensos untuk Difabel Kebumen, Rp 32 Juta untuk Motor Roda 3
-
Sekitar Satu Jam Dari Banjarnegara, Rumah Sakit Ini Sedang Membuka Lowongan Pekerjaan, Silahkan Cek
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta