PURWOKERTO.SUARA.COM – Perkembangan wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta tidak selalu berimplikasi pada bisnis yang sudah memiliki waktu lama dibuat.
Termasuk pusat perbelanjaan tertua yang ada di Jalan Jend Ahmad Yani Kelurahan Ngupasan, Kecamatan Gondomanan berjarak 9,8 Km dari Bandara Internasional Adisutjipto Kota Yogyakarta.
Dikutip dari Kanal YouTube Iwan and Family pada Jumat 25 Agustus 2023, pusat perbelanjaan ini Bernama Ramai Mall yang terletak di jantung Kawasan Malioboro Yogyakarta.
Lokasi ini memang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu pusat perbelanjaan tertua di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dulunya dikenal sebagai Toko Ramai, mall ini merupakan salah satu landmark yang menghiasi kawasan Malioboro yang ikonik.
Namun, seperti yang terjadi saat ini terlihat bahwa Ramai Mall mengalami penurunan animo pengunjung dan beberapa tenant tampak sepi.
Fenomena ini bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan tren belanja dan gaya hidup masyarakat, serta persaingan dengan pusat perbelanjaan modern yang semakin bermunculan.
Beberapa faktor yang konon berkontribusi terhadap penurunan kunjungan ke Ramai Mall tidak terlepas dari Perubahan Tren Belanja.
Perubahan pola belanja masyarakat, seperti meningkatnya belanja online dan preferensi mengunjungi pusat perbelanjaan modern dengan fasilitas yang lebih lengkap, bisa jadi faktor utama.
Selain itu, munculnya pusat perbelanjaan modern yang menawarkan berbagai fasilitas dan merek-merek internasional bisa mengalihkan perhatian pengunjung.
Sementara ketersediaan fasilitas seperti tempat bermain anak dan food court yang menarik bagi pengunjung sangat penting.
Jika fasilitas-fasilitas ini tidak dikelola dengan baik atau kurang menarik, pengunjung bisa kehilangan alasan untuk datang.
Perlu juga ada peremajaan, sebab pemeliharaan yang buruk atau kurangnya inovasi dalam mendekati pasar yang berubah juga bisa mempengaruhi daya tarik mall.
Kondisi ekonomi dan daya beli masyarakat juga dapat memengaruhi jumlah pengunjung ke pusat perbelanjaan yang ada di Indonesia pada umumnya.
Meskipun ada penurunan pengunjung, hal itu bisa menjadi peluang untuk mall tersebut melakukan perbaikan dan inovasi guna menghadirkan pengalaman yang menarik kembali bagi pengunjung.***
Berita Terkait
-
Hanya16 KM dari Bandara Internasional Adisumarmo, Taman di Kompleks Puro Mangkunegaran Ini Menjadi Pusat Seni, Bisa Rasakan Sensasi Makan Ala Kerajaan
-
Sekitar 92,4 Km dari Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta, Proyek Prestisius di Sukabumi Ini Mangkrak: Rencananya jadi Silicon Valleynya Indonesia!
-
Hanya 47,2 Km dari Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, Destinasi Wisata Kuliner di Kaki Gunung Ungaran Ini Tawarkan Pengalaman Beda: Ternyata..
-
Berjarak 41 KM dari Bandara Internasional Kualanamu, Pusat Perbelanjaan Ini Berkonsep Mewah di Kota Medan
Terpopuler
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
5 Rekomendasi Cushion yang Bisa di-Refill agar Lebih Hemat, Flawless Tanpa Boros
-
5 Motor Listrik Dengan Baterai LiFePO4, Lebih Awet dan Tidak Cepat Panas
-
Justin Hubner Ungkap Sebuah Penyesalan Kepada Lewis Holtby
-
Isu Fusi NasDem-Gerindra Mencuat, Saan Mustopa: Sebagai Ide tentu Dipertimbangkan, Itu Hal Biasa
-
Mitos Kuliah di PTN Pasti Lebih Baik dari PTS? Cek Faktanya di Sini
-
5 Mobil Bekas Terawet yang Harganya Makin Murah Sebulan setelah Lebaran, Kini Terjangkau
-
Hello: Di Balik Tembok Renovasi, Ada Rahasia dan Cinta yang Terbentur Kelas
-
Tak Puas Hasil Audiensi, Massa TNTN Dirikan Tenda di Tengah Jalan Pekanbaru
-
Mengupas Jejak dan Sejarah Emmo, Motor Listrik Misterius yang Kantongi Pesanan Raksasa dari BGN
-
Donald Trump: Saya Tidak Mau Paus Mengkritik Presiden Amerika Serikat