- BGN memborong 25 ribu motor listrik Emmo untuk operasional program MBG di Indonesia.
- Emmo minim rekam jejak, absen di 2022-2023, dan belum memiliki jaringan dealer fisik.
- Situs resmi Emmo justru berisi klaim kesuksesan produk sepihak tanpa bukti peluncuran nyata.
Suara.com - Nama Emmo mendadak viral setelah Badan Gizi Nasional (BGN) memborong 25 ribu unit motor listrik tersebut untuk menyukseskan operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keputusan BGN ini memicu tanda tanya besar di kalangan publik, mengingat merek kendaraan ini seolah 'turun dari langit' tanpa peluncuran resmi maupun keberadaan jaringan dealer fisik.
Banyak pihak mulai kasak-kusuk mencari tahu siapa sebenarnya pemain industri di balik layar.
Namun, alih-alih menemukan portofolio solid, penelusuran di situs resmi Emmo justru menampilkan deretan klaim yang bikin geleng-geleng kepala.
Lini masa sejarah perusahaan ini terasa janggal, seolah ditulis seperti proposal bisnis impian ketimbang rekam jejak nyata.
Menurut keterangan di lamannya, Emmo Electric Mobility diklaim berdiri pada 2021 dengan misi mentereng: memimpin revolusi transportasi ramah lingkungan di Tanah Air.
Fokus awal mereka adalah memasok sepeda dan roda dua bertenaga baterai dengan harga terjangkau. Sampai di titik ini, ceritanya terdengar normal.
Keanehan mulai muncul pada rentang 2022 hingga 2023. Lini masa perusahaan kosong melompong tanpa ada secuil pun dokumentasi kegiatan bisnis.
Tiba-tiba saja, catatan sejarah mereka melompat ke tahun 2025 dengan klaim kesuksesan yang sangat prematur.
Baca Juga: Jejak di Balik PT Yasa Artha Trimanunggal, Dipercaya Garap Proyek Triliunan BGN
Pihak manajemen secara sepihak menuliskan bahwa mereka telah merilis skuter dan motor listrik jenis trail yang langsung laris manis.
"Dengan desain inovatif dan performa handal, produk ini berhasil menarik perhatian konsumen muda," bunyi tulisan di situs mereka.
Klaim tersebut tentu mengundang senyum sinis. Pertanyaannya, di aspal mana motor-motor ini melaju dan siapa anak muda yang membelinya?
Jangankan berseliweran di jalanan, ulasan produk atau jejak digital peluncurannya saja tidak ditemukan di dunia maya.
Narasinya makin terasa seperti fiksi ketika masuk ke target tahun 2026. Merek ini dengan percaya diri menyatakan telah membangun 50 jaringan dealer resmi di berbagai kota besar demi menunjang layanan purnajual.
Kenyataannya hari ini, mencari wujud fisik showroom atau bengkel resmi Emmo ibarat mencari jarum di tumpukan jerami.
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
Terkini
-
Biaya Bulanan Polytron Fox R: Sewa Baterai vs Kepemilikan Penuh Mending Mana?
-
Biaya Operasional Mobil Listrik Geely EX2 untuk Harian, Masih Bikin Kantong Bolong ?
-
Fakta Unik Bupati Tulungagung Gatut Sunu, Nilai 7 Truk Kalah Jauh dari Satu Mobil Mewahnya?
-
5 Mobil Keluarga Nyaman Anti Limbung Tak Bikin Mabuk Darat, Mulai 80 Juta dari Honda hingga Hyundai
-
Harga Sepeda Listrik yang Dipakai Gubernur Jateng Ngantor Ternyata Setara Mobil, Apa Istimewanya?
-
Harga Jual Mobil Listrik Bekas Dikabarkan Anjlok Drastis Ternyata Begini Faktanya
-
Update Harga Honda Supra X 125 April 2026: Aman Tenggak Pertalite, Irit Tembus 57 Km/Liter
-
Biar Tak Bingung, Simak Silsilah Grup Otomotif China di Indonesia: MG dan Wuling Sekeluarga, BYD?
-
Mobil China Naik Harga per April 2026, Kenaikan Chery J6 Tembus Rp 60 Juta
-
Start Sempurna, Pembalap Indonesia Kibarkan Merah Putih di Sirkuit Sepang ARRC 2026