PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP - Sampah selama ini dipandang sebagai masalah. Namun melalui Festival Runtah di Cilacap, sampah dilihat sebagai potensi yang bisa mendatangkan keuntungan.
Di Cilacap, data tahun 2021 menunjukkan potensi timbunan sampah mencapai 943 ton yang dihasilkan setiap hari dari penduduk Cilacap. Sedangkan sampah perkotaan di area Cilacap Kota bisa mencapai 120 -160 ton per hari.
Tanpa kreativitas dalam pengolahan, maka sampah ini hanya terlihat sebagai masalah. Maka perlu cara pandang lain yang bisa menjadi solusi dalam penanganan sampah.
SIG melalui unit usahanya PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SBI) Pabrik Cilacap kemudian membuat event bernama festival runtah atau festival sampah. Event ini merupakan kedua kalinya digelar di obyek wisata Pantai Teluk Penyu Cilacap, Sabtu (26 /8/2023).
Festival Runtah diikuti ratusan peserta dari berbagai latar belakang, warga Cilacap, nelayan, pelajar, Mahasiswa, LSM, pegiat lingkungan, Bank Sampah dan pemerintah Kabupaten Cilacap.
Pj Bupati Cilacap,Yunita Dyah Suminar saat membuka kegiatan festival runtah menyampaikan apresiasinya atas gelaran Festival Runtah yang banyak melibatkan banyak stakeholder.
”Ini tentang kebersamaan untuk maju dan sukses bersama,permasalahan sampah tidak bisa ditangani sepihak,semua harus terlibat” ujarnya.
Dengan kegiatan ini diharapka selain membuat lingkungan bersih dari sampah, menjadikan enak dipandang, nilai positif lainya akan menambah pendapatan dan ekonomi keluarga, karena limbah sampah diolah menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomi.
General Manager SBI, Edi Sarwono berharap, kegiatan ini akan menjadi bagian dari promosi berkelanjutan tentang perlunya terus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya kemandirian dalam mengelola sampah.
”Sampah bisa menjadi berkah bagi kita, manakala kita bijak dalam mengelola,potensi ekonomi sirkular sangat terbuka, dengan festival runtah ini, kami yakin akan banyak memberikan manfaat bagi para pemangku kepentingan atau stakeholder,” jelasnya.
Usai membuka festifal Runtah dilanjutkan menoreh coretan cat air diatas layang-layang, serta bersih-bersih pantai sebagai awal dimulainya Festival Runtah yang dilaksanakan bersama warga.
Rangkaian kegiatan Festival Runtah 2023 diantaranya bersih bersih pantai Teluk Penyu, pertunjukan seni teater musikal Wayang Runtah,melukis layang-layang berbahan dasar kertas semen bekas dan bersama-sama menerbangkannya di area langit pantai Teluk Penyu, ecoprint fashion show dan ditutup dengan talkshow bersama pegiat lingkungan, Dik Doank.
Manager Community Relations SBI, Dewi Hestyani menegaskan, Festival Runtah dikemas semenarik mungkin agar mudah dipahami dan memberikan daya tarik masyarakat bisa dengan mudah menerapkan dalam keseharian.
”Salah satu metode yang kami lakukan adalah edukasi bagaimana memanfaatkan barang bekas yang sudah menjadi sampah bisa berguna dan memiliki nilai ekonomis, contoh runtik ( furniture dari plastik), kain ecoprint, layang-layang, dan kami terus membentuk dan membina bank sampah diberbagai tempat, dimana saat ini kami membina kurang lebih 14 bank sampah,” ujar Dewi.
Sampah di Cilacap selama ini diangkut ke Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) di Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi untuk diolah menjadi bahan bakar alternatif atau RDF (Refuse Derived Fuel ). Bahan bakar ini digunakan oleh Solusi Bangun Indonesia Pabrik Cilacap.
Berita Terkait
-
Tertarik Budidaya Maggot? Sumber Protein Tinggi untuk Ternak Pengganti AGP, Sudah Diteliti
-
Sampah Disulap Jadi Biogas, Warga Sekitar TPA Kaligending Kebumen Merdeka dari Elpiji
-
Siswa SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara Dibiasakan Hunting Sampah, Ternyata Ini Tujuannya
-
Siswa SMAN 1 Sigaluh Banjarnegara Diajak Terapkan Gaya Hidup Berkelanjutan
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Nama Baiknya Terlanjur Rusak, Erin eks Andre Taulany Ancam ART dan Dalang Kasus dengan Denda Rp4 M
-
6 Cara Mengamankan Akun Instagram agar Tidak Diretas seperti Ahmad Dhani
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix