PURWOKERTO.SUARA.COM, Alumni Fakultas Peternakan Unsoed angkatan 1990 Dr.Ir.Titin Widiyastuti,SPt,MSi.IPM. melaksanakan penelitian dasar pada Ayam Sentul tentang penggunaan protein maggot lalat BSF untuk sumber antimikrobial peptida sebagai pengganti AGP.
Antibiotic Growth Promotor (AGP) yakni senyawa aditif yang biasa ditambahkan dalam pakan untuk meningkatkan performans ternak.
Titin yang juga Dosen Fakultas Peternakan Unsoed memaparkan bahwa larangan penggunaan Antibiotic Growth Promotor (AGP) pada pakan ternak telah diberlakukan oleh pemerintah efektif mulai 1 Januari 2018.
Seiring dengan itu, Kementerian Pertanian memperketat pengawasan terhadap integrator dan peternak mandiri dan menyiapkan sanksi bagi yang melanggar.
Berdasarkan kenyataan tersebut, saat ini mulai diteliti dan dikembangkan berbagai agen pengganti AGP baik yang berupa senyawa fitokimia maupun peptida potensial alami.
Konsentrat protein maggot mengandung peptida yang berfungsi sebagai agen antimikroba (antimicrobial peptide/AMP), yang menghambat proliferasi bakteri phatogen Gram negatif.
"Sehingga pemanfaatannya sebagai sumber pakan ternak akan bermakna ganda, yaitu kandungan protein yang tinggi dan kandungan antimikroba untuk membunuh bakteri phatogen Gram negatif yang merugikan," katanya
Tujuan penelitian Dr.Ir.Titin Widiyastuti,SPt, MSi.IPM. yakni untuk mendapatkan profil protein maggot yang berpotensi memiliki sifat aktif dalam menghambat bakteri patogen dan memperbaiki kinerja produksi serta kesehatan unggas.
Menurut Dr.Ir.Titin Widiyastuti,SPt, MSi.IPM. penelitian dilakukan dengan metode eksplorasi melalui ekstraksi, isolasi dan karakterisasi protein maggot BSF.
Baca Juga: Aksi Heroik Ernando Ari di Final Piala AFF 2023 Mendapat Respect dari
Materi yang digunakan adalah maggot BSF umur 10-15 hari dengan media tumbuh feses layer. Penelitian dilakukan dengan membuat konsentrat protein maggot, kemudian dilanjutkan dengan proses hidrolisis menggunakan enzim pencernaan, selanjutnya dilakukan pengujian aktivitas antimikroba hidrolisat protein maggot pada bakteri patogen E. coli O157: H7 (ATCC 43984), S. typhimirium ATCC 13311 dan P. multocida serotype B:2 menggunakan metode difusi cakram.
Hasil pengujian selanjutnya diaplikasikan pada ayam Sentul yg dipelihara selama 42 hari, dengan level peptida 0,8% hingga 2,4%. Performans yang diamati adalah kecernaan nutrien, konsumsi pakan, konversi pakan, pertumbuhan, profil darah, metabolit darah.
Titin Widiyastuti menjelaskan, berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan, konsentrat protein/KPM maggot memiliki aktivitas enzim amilase, protease, selulase dan kitinase.
Hasil pengujian aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa peptide maggot hasil hidrolisis enzim pencernaan memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri phatogen (E.coli, P. multocida dan S. typhimurium) dengan daya hambat cukup kuat.
Suplementasi peptide maggot hingga 2,4% meningkatkan performans produksi dan kecernaan protein kasar, memperbaiki profil darah (leukosit) dan menurunkan komponen lemak darah.
Suplementasi hingga 2,4% peptida menunjukkan performans semakin baik.
Tag
Berita Terkait
-
Jauh-jauh dari Kediri Pelatih Persik Cari Talenta Muda Banjarnegara, 37 Pemain Diseleksi
-
Dekat Bandara Internasional Ngurah Rai Cuma 2,8 KM, Pusat Oleh Oleh di Bali Ini Paling Populer Tersedia dari Fashion hingga Makanan Khas Bali
-
Berjarak 11 KM dari Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Pusat Perbelanjaan di Jakarta Ini Terdapat Sebuah Arena Bermain Anak yang Bernama Kidzania
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian
-
Tak Ada di KUHAP, Penanganan Kasus Eks Jampidsus Tak Boleh Diberi Perlakuan Istimewa
-
Aroma Persaingan Pileg 2029 Mulai Terasa, Waketum PAN Soroti Keberanian Kaesang Nyaleg di Jateng
-
Viral Kabar Ajudan Febrie Adriansyah Ditembak Orang Misterius, Polisi: Hoaks
-
Jadwal Pasar Murah di Kampar dan 4 Kecamatan Wilayah Pekanbaru
-
Debut Gemilang Mitchell Baker, Cetak Hattrick untuk Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
-
Soal Kasus Eks Jampidsus, Akademisi dan Mahasiswa Kompak Ingatkan Jaga Rasa Keadilan Publik
-
Agustiar Sabran Resmi Pimpin PB Percasi 2026-2030, Ini Targetnya
-
Usut Etik Kasat Narkoba Tangsel, Polda Metro Tegaskan AKP Pardiman Tak Terkait Kasus Etomidate
-
Bukan Sekadar Angkat Beban, Ini Wajah Baru Tren Gym Modern yang Wajib Kamu Tahu!