PURWOKERTO.SUARA.COM, BANJARNEGARA - Seorang narapidana di Rumah Tahanan (Rutan) Kabupaten Banjarnegara membuat miniatur kapal pinisi dari bambu.
Rapi dan tampak sangat mirip dengan yang asli ketika melihat miniatur kapal pinisi buatan Patri ini. Bahkan jika dilihat sekilas, tak akan menyangka jika kapal ini terbuat hanya dari bambu.
Tak berleha-leha di dalam sel. Narapidana satu ini justru mengembangkan kreativitasnya ketika menjalani masa tahanan.
Dalam pembuatan miniatur kapal, ia tidak menggunakan alat khusus. Ia hanya menggunakan pisau sebagai alat pemotong dan lem untuk merakit potongan bambu.
"Ya, semuanya menggunakan bambu, tidak ada bahan lain. Pakai lem saja buat nyambung biar rapi,"jelas Patri saat melakukan finishing karyanya.
Proses pembuatan miniatur ini diawali dengan pemilihan bambu. Bambu tali menjadi pilihan Patri yang paling cocok untuk karyanya.
"Pertama pemilihan bambu, kalau yang bagus itu jenis bambu tali. Kemudian membuat skema perahu,"kata dia.
Jika urusan bambu sudah beres, Patri membuat pola atau desain miniatur yang diinginkan. Agar bambu tidak mudah patah saat ditekuk, bambu sudah dikeringkan hingga 50 persen.
"Jadi mudah ditekuk, tidak patah,"jelasnya.
Untuk membuat miniatur kapal pinisi berukuran 130 centimeter ini, ia membutuhkan waktu hanya dalam sepekan.
"Pembuatan dari awal sampai selesai rata-rata 7 hari sampai 8 hari,"katanya.
Meski tampak lihai, Patri mengakui jika dalam pembuatan detil kapal membutuhkan ketelatenan.
"Kesulitannya waktu membuat detail karena harus telaten dan teliti,"ujarnya.
Melihat narapidana kreatif satu ini, pihak Rutan Banjarnegara memberikan wadah untuk mengembangkan potensi.
Hasilnya, ada beberapa karya seni yang memiliki nilai jual.
"Dalam rangka menampung kreativitas supaya teman warga binaan tidak jenuh di kamar saja. Jadi kita berikan wadah disini. Sudah ada beberapa wujud kreatifitas yang sudah jadi seperti tikar dari limbah kayu, kaligrafi dari grajen dan bambu, pernak pernik dari biji jenitri dan miniatur kapal," papar Kepala Rutan Banjarnegara Bima Ganesha Widyadharma.
Pihaknya memberikan waktu untuk narapidana berkreatifitas dari mulai pagi hingga siang.
"Biasanya, pagi hari sudah disiapkan untuk bekerja di bengkel. Jam 8 setelah sarapan dan olahraga kita geser kesini,"pungkasnya.(Citra Ningsih)
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
10 Cara Mengencangkan Kulit Wajah yang Mulai Kendur dan Turun di Usia 40 Tahun
-
HP Lipat Honor Terbaru Dibekali Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro dan Baterai 7.000 mAh
-
Nabung Dulu, Harga Emas Antam Naik Terus Jadi Rp2.695.000/Gram
-
Rekomendasi Saham Hari Ini yang Diramal Cuan usai Long Weekend
-
Selain Pangan, Energi Juga Vital untuk Pemulihan Gempa NTT
-
4 Kulkas Mini Murah untuk Apartemen Studio dan Ruang Kerja Minimalis
-
1.364 Warga Mengungsi, Tenda Darurat Jadi Tempat Bertahan Korban Gempa NTT
-
Danantara Mulai Jual Rumah Milik BUMN yang Tak Laku pada 27 Agustus
-
Ribuan Orang Berdesakan di Gunung Bawakaraeng, Tim SAR Evakuasi Puluhan Korban
-
Menteri HAM Natalius Pigai Sebut Silakan Tuntut Keadilan, Tapi Jangan Minta Papua Merdeka!