PURWOKERTO.SUARA.COM Kota Surakarta terkenal dengan kentalnya budaya Jawa. Kota ini berpengaruh dalam perkembangan budaya Jawa sejak masa lampau.
Selain sebagai kota sejarah, Surkarta atau Solo juga dikenal sebagai salah satu pusat batik di daerah Jawa. Di kota ini banyak dijumpai pengrajin batik yang telah ada sejak jaman dulu.
Salah satu pusat batik terkenal di Solo berada di Jalan Dr. Rajiman No.521, Laweyan, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta. Tempat ini berjarak 4 Km dari Stasiun Solo Balapan.
Destinasi wisata budaya sekaligus wisata belanja ini bernama Kampung Batik Laweyan. Kampung yang berpenduduk sekitar 2500 jiwa sebagain besar bermatapencaharian sebagai pedagang ataupun pembuat batik.
Kampung batik Laweyan merupakan ikon batik Solo sejak abad ke-19. Awalnya terdapat asosiasi pedagang pertama kali yang bernama Sarikat Dagang Islam yang didirikan oleh Haji Samanhudi pada tahun 1912.
Hingga kini sekitar 250 motif batik khas Kampung Batik Laweyan sudah dipatenkan. Batik Laweyan lebih menawarkan batik dengan motif dan warna lebih terang.
Sebagai ikon batik kota Solo, gaya arsitektur kampung batik menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Kampung ini didesain dengan dinding tinggi dan gang sempit yang menjadi karakter khas kampung ini.
Untuk bangunan rumah pedagang batik Laweyan banyak dipengaruhi oleh arsitektur Jawa, Eropa, Cina dan Islam. Bangunan ini menjadi ciri kejayaan saudagar batik asli pribumi Laweyan pada masa itu dan dikenal dengan sebutan “Gal Gendhu”.
Tak hanya sebagai pusat batik, Kampung Batik Laweyan menawarkan paket wisata workshop membuat batik. Bagi pengunjung yang tertarik mempelajari batik dapat mengikuti kursus membatik. Kursus yang dilakukan dalam waktu 2 jam ini, pengunjung dapat praktek membatik dan membawa pulang hasil karya sendiri.
Selain belajar, batik Laweyan dapat menjadi oleh-oleh khas Solo. Keindahan motif dari Batik Laweyan memiliki ciri khas tersendiri yang memberikan kepuasan bagi pengunjung. Tempat ini tak hanya menjual kain batik, tetapi juga barang yang berbentuk lain dengan motif batik yang tidak kalah menarik.
Di tempat ini juga terdapat pelatihan membatik secara intensif bagi yang ingin mendalami teknik pembuatan batik tulis maupun cap.
Desain bangunan di sekitar Kampung Batik Laweyan yang bergaya klasik dan megah dapat menjadi spot menarik untuk berfoto. Spot foto ini menyimpan banyak nilai sejarah yang sangat layak untuk dipelajari dan dibagikan di media sosial.
Di tempat ini terdapat berbagai spot foto yang instagramable yang dapat dijadikan latar foto.
Berkunjung ke Kampung Batik Laweyan semakin lengkap dengan menikmati kuliner khas Kampung ini. Di lokasi ini tersedia kuliner khas Solo seperti kue ledre, apem dan makanan khas lainnya.
Tag
Berita Terkait
-
Cuma 14 Km dari Stasiun Jakarta Kota, Destinasi Wisata Belanja Ini Berada di Dekat Laut dengan Konsep Semi Outdoor: Serasa Liburan ke Bali !
-
Jaraknya 2,7 Km dari Stasiun Tawang Kota Semarang, Destinasi Wisata Belanja Ini Punya Desain Unik dan Fasilitas Lengkap: Pengunjung Bisa Menginap ?
-
Hanya 2,6 Km dari Stasiun Batutulis Kota Bogor, Destinasi Belanja Terbaik di Kota Hujan Ini Rela Berubah Demi Pembeli: Jadi Lebih Mewah dan Kekinian!
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Cesc Fabregas Tegaskan Bertahan di Como Usai Lolos ke Liga Champions
-
Paylater dan Normalisasi Utang Kecil-Kecil: Kebiasaan Baru Generasi Digital?
-
Kiandra Ramadhipa Petik Banyak Pelajaran dari Debut Moto3 Junior, Siap Bangkit di Estoril
-
Perang Obor Jepara, Tradisi yang Terus Menyala
-
Erling Haaland Janji Norwegia Akan Tampil Kreatif dan Menghibur di Piala Dunia 2026
-
Emiten CASH Bidik Pertumbuhan Bisnis Pembayaran Digital Nasional
-
IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Simak Level Support Kritis dan Rekomendasi Saham Analis
-
Sentuhan Desain Italia dan Gaya Hidup Aktif Bertemu dalam Konsep Gerai Premium di Bekasi
-
Kabar Cedera Jay Idzes di Pekan Penutup Serie A dan Dampaknya Jelang Gabung Timnas Indonesia
-
Satgas PASTI Hentikan Appeninc, VID, dan Sensenowai, Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Investasi