- PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk melakukan rebranding menjadi cashUP guna bertransformasi menjadi ekosistem teknologi pembayaran terintegrasi secara nasional.
- Perusahaan mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung keamanan dan operasional bisnis bagi lebih dari 30.000 mitra merchant.
- Sepanjang tahun 2025, cashUP membukukan pendapatan Rp110,19 miliar meski masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp67,74 miliar dalam laporan keuangan.
Suara.com - PT Cashlez Worldwide Indonesia Tbk (CASH) resmi melakukan rebranding menjadi “cashUP” sebagai bagian dari transformasi strategis perusahaan di industri pembayaran digital Indonesia.
Transformasi ini menandai perubahan posisi bisnis dari sekadar payment aggregator menjadi ekosistem teknologi dan solusi pembayaran terintegrasi yang menyasar pertumbuhan layanan digital nasional.
Manajemen cashUP menyampaikan, perubahan identitas tersebut tidak hanya sebatas pembaruan logo dan merek, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing di tengah perkembangan industri fintech dan pembayaran digital yang semakin kompetitif di Indonesia.
Rebranding cashUP juga diiringi penguatan model bisnis melalui ekspansi lini produk, pengembangan teknologi SoftPOS, perluasan ekosistem kemitraan, hingga ekspansi pasar secara nasional.
Perseroan turut mengintegrasikan teknologi Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung deteksi fraud secara real time, analitik bisnis berbasis data transaksi, dan personalisasi layanan bagi merchant.
Hingga akhir 2025, cashUP telah menjangkau merchant di 37 provinsi dengan lebih dari 30.000 merchant terdaftar. Jumlah tersebut meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
“Perubahan ini merupakan cerminan dari komitmen perusahaan untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi yang relevan, adaptif, dan berorientasi pada pertumbuhan mitra cashUP di berbagai sektor usaha,” ujar manajemen cashUP.
Berdasarkan Laporan Keuangan yang diterima di Jakarta, Selasa (26/5/2026), saat ini, cashUP membukukan pendapatan sebesar Rp110,19 miliar sepanjang 2025.
Namun, di tengah proses transformasi bisnis dan ketatnya persaingan industri pembayaran digital, perseroan masih mencatatkan rugi bersih sebesar Rp67,74 miliar.
Baca Juga: Genjot Pendapatan, Emiten CASH Siap Hadapi Tantangan Industri Pembayaran Digital
Meski demikian, cashUP berhasil memperkuat posisi keuangannya dengan total aset mencapai Rp271,63 miliar. Selain itu, kas dan setara kas meningkat signifikan menjadi Rp71,90 miliar dibandingkan Rp17,03 miliar pada tahun sebelumnya.
Kenaikan tersebut dinilai mencerminkan penguatan likuiditas perusahaan untuk mendukung pengembangan bisnis dan ekspansi usaha ke depan.
Langkah rebranding cashUP dilakukan di tengah prospek cerah industri jasa pembayaran digital Indonesia.
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian memproyeksikan nilai transaksi digital nasional akan melampaui Rp2.000 triliun pada 2026.
Sementara tingkat inklusi keuangan nasional ditargetkan menembus lebih dari 85 persen, sehingga membuka peluang besar bagi perusahaan teknologi pembayaran yang mampu menjangkau pasar yang belum terlayani.
Ke depan, cashUP menargetkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan pada 2026 seiring dengan perluasan ekosistem layanan digital, penguatan teknologi pembayaran, serta percepatan penetrasi pasar di berbagai wilayah Indonesia.
Berita Terkait
-
Usai Kantongi Pendanaan Rp5,5 Triliun dari BCA, EDGE DC Umumkan Rebranding
-
QRIS Indonesia Siap Tembus Korea Selatan, Digunakan Tahun Depan!
-
Finnet Mantapkan Komitmen Tingkatkan Akses Pembayaran QRIS ke Pasar Internasional
-
Transaksi COD Justru Meningkat di Era Digital, Ini Alasannya!
-
Bank Indonesia Ungkap 2 Faktor Penting Ini Guncang Ekonomi Global!
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
IHSG Diproyeksi Melemah Hari Ini, Simak Level Support Kritis dan Rekomendasi Saham Analis
-
Satgas PASTI Hentikan Appeninc, VID, dan Sensenowai, Diduga Lakukan Penipuan Berkedok Investasi
-
MOJO Garap 8 Resort di Lombok, Kuta Mandalika Kian Diburu Investor
-
Literasi Keuangan Jadi Bekal Anak Muda Hadapi Risiko Finansial Masa Depan
-
Mengapa Rupiah Melemah saat Mata Uang Lain Menguat? Investor Tak Percaya Pemerintah!
-
Pelindo Lakukan Soft Launching Layanan Kepelabuhanan di Perairan Nipa
-
Setelah Sah Jadi BUMN, Danantara Mulai Audisi Direksi DSI
-
Danantara Punya Yayasan Filantropi, Fokus Benahi Kesehatan dan Pendidikan
-
BRI Salurkan KUR Perumahan Rp9,2 Triliun, Menteri PKP Maruarar Sirait Ungkap Manfaat untuk UMKM
-
Viral Pantai Kartika di Konawe Selatan Hancur Digempur Tambang, Ini Perusahaan Pemilik Konsesinya