PURWOKERTO.SUARA.COM, KEBUMEN - Munculnya istilah Kebumen Semarak dan pemberian nama Alun-alun Pancasila di Kota Kebumen menuai tanggapan beragam.
Banyak masyarakat bertanya mengapa pemberian nama di alun-alun Kabupaten Kebumen yang sedang direnovasi itu menggunakan kata Semarak bukan Beriman.
Bupati Kebumen Arif Sugiyanto menjelaskan, motto yang berisi sebuah harapan agar rakyat Kebumen bisa lebih sejahtera, berbudaya dan berakhlak banyak sekali.
Ada istilah Kebumen Pancen Maen, Kebumen Manglingi, Kebumen Ora Baen-Baen dan juga Kebumen Semarak dan Beriman.
"Jadi istilah atau motto tentang Kebumen itu banyak, dan semua berisi harapan agar Kebumen bisa lebih baik. Kebumen Beriman sendiri memang sudah ada sejak saya kecil. Ini juga mengandung pesan kebersamaan, yang artinya bersih, indah, manfaat, aman dan nyaman," ujar Bupati dalam keterangannya, Senin (25/9).
Namun, di era sekarang, menurut Bupati, mottonya harus bisa lebih spesifik lagi, yakni Semarak yang artinya "Sejahtera, Mandiri, dan Berakhak".
Ungkapan ini sebagai wujud doa dan harapan agar masyarakat semakin sejahetara.
"Semarak itu bukan artinya hore-hore, tapi tersimpan doa dan harapan agar rakyat kita bisa sejahtara, bisa mandiri dan berakhlaq. Jadi ada semangat duniawi dan ukhrowi di situ," tuturnya.
Lagi pula, tagline atau motto Kabupaten Kebumen belum ada yang dipatenkan.
Baik Kebumen Beriman, Kebumen Ora Baen-Baen, Kebumen Pancen Maen, dan juga Kebumen Semarak, belum ada yang dipatenkan, kata Bupati.
"Sehingga orang bebas mau menggunakan penyebutan tentang Kebumen seperti apa? Sesuai konteks, kalau mau menyebut tentang wisata Kebumen, mungkin bisa tepat dengan istilah Kebumen Pancen Maen. Kalau soal prestasi daerah dan kualitas SDMnya bisa dengan Kebumen Ora Baen-baen, kalau soal religiusnya bisa dengan kata Berimannya," terang Bupati.
Kemudian terkait pemberian nama Alun-alun Pancasila, Bupati menjelaskan hal itu didasarkan pada sejarah di mana pada masa kemerdekaan (1945), masyarakat Kebumen tumpah ruah di Alun-alun Kebumen untuk merayakan kemerdekaan dengan membakar mobil dan barang-barang milik Belanda.
Semangat inilah, tutur Bupati, yang kemudian dijadikan dasar pemberian nama Alun-alun Kebumen menjadi Alun-alun Pancasila, sekaligus pemberian nama Jalan Merdeka yang mengitari Alun-alun tersebut.
Nama-nama ini menurutnya, memberikan pesan sejarah tentang persatuan dan kesatuan.
"Kita ambil falsàfah dasar kita, yakni Pancasila dengan semangat persatuan dan kesatuan, dengan harapan apapun perbedaan yang ada di masyarakat, kita tetap bersatu untuk Kebumen dan Indonesia yang lebih baik," ucapnya.
Lebih lanjut, Bupati mengatakan, sampai saat ini Alun-alun Kebumen juga belum pernah diberi nama. Karena itu, pemberian nama Alun-alun Pancasila dianggap tepat dan sesuai dengan historis dan konteks masyarakat saat ini.
Tag
Berita Terkait
-
Berjarak 1,9 Km dari Stasiun Sidoarjo, Wisata Belanja Produk Eletronik Terbesar Ini Sediakan Berbagai Produk IT
-
Cuma 2,7 Km dari Stasiun Tugu Semarang, Destinasi Kuliner Favorit Warga Kota Atlas Ini Punya Ragam Menu Khas Jawa Tengah dan Eropa: Ada Apa Saja ?
-
Berjarak 31 Km dari Stasiun Pasuruan, Wisata Ini Tawarkan Sensasi di Timur Tengah, Pertama di Indonesia
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement