PURWOKERTO.SUARA.COM – Jelang tahun politik berbagai upaya dilakukan oleh sekelompok warga yang fanatik mendukung calon peserta konsestasi lima tahunan tersebut.
Berbagai bentuk dukunganpun dilakukan bahkan belakangan ini muncul aksi vandalisme atau corat-coret tembok yang dilakukan oleh sekelompok warga.
Kondisi tersebut tentunya membuat prihatin sejumlah warga, terlebih bagi warga yang menjadi korban secara tidak langsung aksi vandalisme tersebut.
Seperti yang dialami oleh Zainal, warga kampung Gayam, RT 7 RW 5, Kelurahan Kutabanjarnegara, Banjarnegara yang rumahnya tepat di pinggir jalan provinsi, Jalan Sunan Gripit.
Zainal tampak sibuk mengecat tembok rumahnya pada Kamis 28 September 2023 yang persis menghadap jalan.
Cat tembok warna putih ia laburkan pada tembok sepanjang kurang lebih 10 meter dengan tinggi 2,5 meter yang digambari orang tak bertanggungjawab dengan gambar salah satu kontestan Pilpres mendatang.
Tak hanya itu, tembok rumahnya juga penuh dengan coretan aksi vandalisme remaja, namun ia merasa vandalisme berkonten politik membuatnya sangat terusik.
"Ya kalau coretan anak-anak remaja seperti sebelah ini sih wajar, tapi juga saya sebenarnya tidak terima, tapi yang berisi pesan politik, buat saya sangat tidak baik,” ujarnya.
Dirinya mengaku, harusnya pelaku vandaisme atau yang akan melakukan aksi corat-coret tembok kulonuwun terlebih dahulu.
Baca Juga: Saka Taruna Bumi Banjarnegara Menggeliat, Siap Berikan Aksi Nyata Ditengah Masyarakat
“Harusnya ya ijin dulu, ini kan tembok orang, ada yang punya," lanjutnya.
Zainal tak mempermasalahkan apakah gambar yang ada di temboknya sesuai atau tidak dengan haluan politik yang dianutnya, namun ia lebih menilai etika dalam memasang peraga kampanye di rumah milik pribadi seseorang.
"Harusnya kan bisa pakai baner yang polos, lalu silakan digambari, tidak masalah, atau pakai gambar baliho seperti yang ada, tapi ini kan digambar langsung di tembok orang tanpa ijin,’ pungkasnya.
Pihaknya berharap, kedepan masyarakat lebih bijaksana dan mengedepankan aspek toleransi dalam melakukan sesuatu.
Sementara itu Ketua Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI) Kabupaten Banjarnegara yang juga pemerhati budaya Banjarnegara Heni Purwono mengungkapkan, vandalisme bernuansa politik tidak akan menimbulkan simpati, bahkan akan cenderung menimbulkan antipati.
"Apa lagi kalau sudah mengusik aset pribadi warga, pasti akan ada penolakan dan antipati, pelaku mustinya menyadari apa yang dilakukannya kontraproduktif," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Superindo 17 Maret 2026, Diskon sampai 50 Persen Buah, Minyak hingga Kue Lebaran
- Timur Tengah Memanas, Rencana Terbangkan Ribuan TNI ke Gaza Resmi Ditangguhkan
- 7 HP Baru 2026 Paling Murah Jelang Lebaran, Spek Gahar Mulai Rp1 Jutaan
- 15 Tulisan Kata-kata Unik Mudik Lebaran, Lucu dan Relate untuk Anak Rantau
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 18 Maret 2026: Raih Pulsa, Skin Trogon Rose, dan Diamond
Pilihan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
-
Resmi! Hasil Sidang Isbat Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H Jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026
-
Hilal Tak Terlihat, Arab Saudi Tetapkan Idul Fitri 2026 Jatuh pada 20 Maret
-
Link Live Streaming Liverpool vs Galatasaray: Pantang Terpeleset The Reds!
-
Israel Klaim Tewaskan Menteri Intelijen Iran Esmaeil Khatib
Terkini
-
Cara Meminta Maaf saat Lebaran Bahasa Jawa yang Paling Halus dan Menyentuh
-
Lebaran Jalur Bugis: Lupakan Nastar, Mari Berenang di Lautan Gula Merah Bolu Peca
-
Ramadan Lebih Nyaman dengan Akses Air Minum Bersih dan Halal di Ruang Publik
-
35 Link Twibbon Ramadan 2026 Gratis Download dan Langsung Pakai
-
Harmoni dalam Perbedaan: Refleksi Nyepi dan Dinamika Idulfitri di Indonesia
-
Ivan Kolev Sentil Tren Naturalisasi di Timnas Indonesia: Era Saya Pemain Lokal Diutamakan
-
30 Ucapan Selamat Idul Fitri dalam Bahasa Inggris yang Berkesan dan Elegan
-
Aira Yudhoyono Tembus UI Jalur Prestasi, Annisa Pohan Bongkar Perjuangan Sang Putri
-
Nyepi 2026, Bali Hening Total, Jalanan dan Tol Sepi Tanpa Aktivitas
-
10 Pantun untuk Minta THR Lucu, Cara Kreatif Bikin Lebaran Penuh Tawa