- BPS mencatat inflasi tahunan Indonesia pada April 2026 mencapai 2,42 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
- Inflasi utamanya didorong oleh kelompok pengeluaran makanan, minuman, tembakau, serta sektor perawatan pribadi dan jasa lainnya.
- Seluruh komponen inflasi inti, harga bergejolak, dan harga diatur pemerintah mengalami kenaikan pada periode April 2026.
Suara.com - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa inflasi tahunan pada April 2026 mencapai 2,42 persen secara year on year (yoy). Artinya, terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 108,47 persen di April 2025 menjadi 111,09 persen pada April 2026.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan kalau berdasarkan kelompok pengeluaran, inflasi tahun ini terutama didorong oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi sebesar 3,06 persen atau memberikan andil inflasi sebesar 0,90 persen.
"Komoditas dengan andil inflasi terbesar pada kelompok ini yaitu ikan segar, daging ayam ras, beras, minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM), dan juga telur ayam ras," katanya dalam konferensi pers virtual, Senin (4/5/2026).
Sedangkan kelompok pengeluaran lain yang mengalami inflasi tahun ke tahun adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya, yang mengalami inflasi sebesar 11,43 persen dan memberi andil sebesar 0,77 persen terhadap inflasi.
"Inflasi pada kelompok tersebut, ini terutama terjadi pada komoditas emas perhiasan," lanjutnya.
Sedangkan menurut komponen, seluruhnya mengalami inflasi tahunan per April 2026 mulai dari komponen inti, komponen harga bergejolak, dan komponen harga yang diatur pemerintah.
Dalam paparannya, komponen inti mengalami inflasi tahunan sebesar 2,44 persen. Komponen ini memberikan andil inflasi dengan andil sebesar 1,56 persen.
"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen inti terutama emas perhiasan, minyak goreng, nasi dengan lauk, dan juga biaya kuliah akademi atau perguruan tinggi," papar dia.
Sedangkan komponen harga bergejolak mengalami inflasi tahunan sebesar 3,37 persen. Komponen ini memberikan andil inflasi sebesar 0,56 persen.
Baca Juga: Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin
Adapun komoditas yang memberikan andil inflasi pada komponen harga bergejolak yaitu daging ayam ras, beras, dan juga telur ayam ras.
Sementara komponen harga yang diatur oleh pemerintah mengalami inflasi sebesar 1,53 persen dengan andil inflasi sebesar 0,30 persen.
"Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi pada komponen harga yang diatur pemerintah, terutama tarif angkutan udara, sigaret kretek mesin (SKM), dan juga sigaret kretek tangan (SKT)," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Inflasi April 2026 Turun ke 0,13 Persen, Dipicu Tiket Pesawat dan Harga Bensin
-
Tanda-tanda Ekonomi RI Lesu Muncul dari BPS
-
Papua Barat Membara! Inflasi April 2026 Tembus 5 Persen, Perawatan Pribadi Jadi Biang Kerok
-
Setelah Libur Panjang, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.765.000/Gram
-
Emas Stabil Hari Ini, Saatnya Investasi atau Menunggu? Cek Harga Terbarunya
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Amar Bank Tebar Dividen Rp110 Miliar
-
Makan Biaya Rp553 Miliar, Bandara International Minangkabau Dipercantik Nuansa Minang
-
UMKM RI Diajari Smart Factory oleh Korea Selatan, Produksi Siap Berbasis AI
-
Tak Cuma Pegadaian, Kini Masyarakat Punya Pilihan Baru untuk Gadai Barang
-
Gapembi Klarifikasi Sikap soal SE MBG, Soroti Tata Kelola Kebijakan
-
Sempat Tolak IMF dan World Bank, Purbaya Kini Cari Utang Rp 17,8 T ke China lewat Panda Bond
-
Pekerja PIPS Tolak Permenaker 7/2026, Khawatir Upah Mandek hingga Ancam Keandalan Listrik
-
Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM
-
Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi
-
Kejar Pembiayaan Hijau, JAPFA Jadi Pelopor Integrasi LCA dalam Strategi Bisnis