PURWOKERTO.SUARA.COM, CILACAP – Marto Miardi memang sudah tidak muda lagi. Usianya sudah 61 tahun. Namun ia masih piawai memburu ubur-ubur hingga hari naas itu tiba.
Seperti biasa Marto melaut untuk mencari ubur-ubur. Hari itu, Minggu (8/10/2023), ia menurunkan perahunya dan berlayar ke perairan Bunton, Cilacap.
Namun pria asal Desa Lengkong, Mertasinga, Kecamatan Cilacap Utara ini hilang misterius. Di laut hanya ada perahu tanpa Marto di atasnya.
Sejak kabar ini tersebar, Basarnas Kantor SAR Cilacap menurunkan tim pencari. Namun hingga sepekan pencarian, ia tak kunjung ditemukan.
Pencarian pun dihentikan setelah tujuh hari sebagaigaimana prosedur Basarnas. Namun dua hari kemudian, atau hari kesembilan, Marto ditemukan. Hanya saja ditemukan dalam keadaan tak bernyawa.
Basarnas Kantor SAR Cilacap menerima informasi penemuan jenazah di Perairan Lengkong Kabupaten Cilacap pada Senin (16/10/2023) pagi.
Setelah berkoordinasi dengan unsur terkait di wilayah Perairan Lengkong. Pukul 09.30 WIB jenazah tersebut dievakuasi Tim SAR Gabungan dan selanjutnya dibawa ke RSUD Cilacap untuk keperluan identifikasi.
“Setelah dilakukan uji forensik oleh petugas berwenang, jenazah tersebut teridentifikasi atas nama Marto Miardi (61) asal Desa Lengkong Rt 02 Rw 13 Kelurahan Mertasinga Kecamatan Cilacap Utara Kabupaten Cilacap,” kata Adah Sudarsa, Kepala Kantor SAR Cilacap.
Diketahui sebelumnya, pada Minggu (8/10) korban pergi melaut untuk mencari ubur-ubur. Namun pada Senin (09/10) pagi, di sekitar Pantai Bunton hanya ditemukan perahu milik nelayan yang sudah pecah tanpa mesin.
Baca Juga: Resmi Digelar, Turnamen Spektabola Diharapkan Tingkatkan Sepakbola Purbalingga
Sehingga dilakukan pencarian selama tujuh hari oleh Tim SAR Gabungan hingga Minggu (15/10) namun tidak membuahkan hasil dan tidak ditemukan tanda-tanda korban. Maka di hari ke tujuh pencarian, operasi SAR dinyatakan ditutup.***
Berita Terkait
-
Hanya Ditemukan Perahu Tanpa Mesin, SAR Hentikan Pencarian Nelayan Hilang di Pantai Bunton Cilacap
-
Ngadiman, Relawan Banjarnegara yang Sudah Bertemu Presiden Dengan 119 Kali Berdonor Darah
-
Elwasi, Karya Putra Banjarnegara Hadir Dalam Pameran PRB Nasional di Kendari
-
Hanya Ditemukan Perahu Tanpa Mesin, Nelayan Ubur-ubur Hilang di Laut Cilacap
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Bukan Lexi dan FreeGo, Ini Senjata Rahasia Yamaha dengan Performa Ampuh untuk Sikat Vario 125
-
Jaga Wilayah Kelola Adat, GEF-SGP Indonesia Buka Proposal Hibah ICCA-GSI Phase 2
-
Huawei Nova 15 Max Debut Usung Baterai 8.500 mAh dan Tombol Mirip iPhone
-
Ancaman Hantavirus! 3 Warga Kanada Dikarantina Usai Wabah Renggut 3 Nyawa di MV Hondius
-
Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Picu Kewaspadaan, 3 Penumpang Dilaporkan Meninggal
-
Full Daging, Menikmati Sensasi Bakso Autentik ala Cak Wawan di Kota Jambi
-
Dari Desa di Pulau Obi, Rumah Belajar Ini Jadi Ruang Bermain, Membaca, dan Menumbuhkan Harapan
-
Wawalkot Zakiyuddin Pamerkan Gedung Warenhuis yang Direvitalisasi Era Bobby Nasution ke Raffi Ahmad
-
Marc Klok Siap Balas Dukungan Bobotoh dengan Kemenangan atas Persija
-
Kasus Korupsi Haji Belum Rampung, Penahanan Gus Yaqut Diperpanjang 30 Hari