Kepolisian Daerah (Polda) Sumatra Barat (Sumbar) menyiagakan tim khusus, salah satunya penembak jitu untuk mengantisipasi kejahatan saat lebaran taun 2022 atau Idul Fitri 1443 Hijriah.
Kapolda Sumbar, Irjen Pol Teddy Minahasa Putra mengatakan, penembak jitu atau sniper yang disiagakan Polda Sumbar itu berjumlah 12 orang.
Ditambahkan Teddy, mereka disigakan untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi masyarakat atau pemudik.
“Ya, ada tim khusus, sampai sniper pun kami siapkan. Titiknya rahasia, (yang jelas) berangkat black spot yang sudah kami antisipasi (kejahatan),” ujar Teddy usai gelar pasukan pengamanan Idul Fitri, kemarin.
Di samping itu, Polda Sumbar juga konsolidasi dengan Densus 88 Mabes Polri, untuk mengantisipasi masuknya paham radikal.
Tapi, kata Teddy, antisipasi paham radikal itu merupakan tanggung jawab bersama, tak hanya kepolisian. Pemerintah daerah juga mampu mencegah dan meredup perkembangan paham radikal.
“Peran semua pihak, semua pemangku kebijakan. Masalah radikalisme bukan hanya urusan polisi, (tapi) urusan pemerintahan daerah, ulama barang kali TNI dan insan pers dan organisasi kepemudaan dan sebagainya,” jelasnya.
“Polisi itu hanya hilir, tapi untuk hulu dan sebagainya semua pihak harus bertanggungjawab untuk meredup berkembangnya paham radikalisme,” sambung Teddy.
Secara keseluruhan, lanjut Teddy, dalam pengamanan Idul Fitri tahun 2022, sebanyak 4.592 personel gabungan dikerahkan. Tim gabungan yang terdiri dari unsur Polri, TNI dan pemerintah daerah ini akan melaksanakan Operasi Ketupat Singgalang dimulai 28 April hingga 9 Mei 2022.
Puncak arus mudik di Sumatera Barat (Sumbar), diperkirakan akan terjadi pada H-3 Lebaran 2022 atau tepatnya Jumat 29 April 2022.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa Putra mengatakan, sebanyak 4.592 personel gabungan telah disiapkan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran 2022. Personel gabungan terdiri dari unsur Polri, TNI dan pemerintah daerah.
"Puncak mudik biasanya mengacu pada tahun sebelumnya. Biasanya H-3. Kita akan terapkan skema contraflow," ujar Irjen Teddy usai apel gabungan Operasi Ketupat Singgalang Jumat (22/4/2022).
Operasi Ketupat Singgalang akan berlangsung pada 28 April-9 Mei 2022. Sebanyak 89 pos pengamanan dan pelayanan kan didirikan.
Kata Teddy, 54 pos pengamanan didirikan untuk mengantisipasi gangguan yang terjadi selama mudik. Sedangkan 34 pos pelayanan bisa dimanfaatkan pemudik untuk istirahat.
Ia meminta pada pemudik untuk mematuhi peraturan berkendara dan lalu lintas. Jangan ugal-ugalan dan kalau lelah berhenti.
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?