Ranah - Sebuah bus Antar Lintas Sumatra (ALS) jurusan Medan-Jakarta berpenumpang 46 orang, terbakar di Kabupaten Sijunjung, Sumatra Barat (Sumbar), Jumat (13/5/2022).
Semua penumpas bus ALS ini selamat dan tidak ada korban jiwa. Sebab, sang sopir bernama Muhamad Iqbal Lubis (52) dengan cepat meminta penumpang bus turun.
Atas kejadian ini, Polres Sijunjung melakukan penyelidikan penyebab terbakar bus ALS tersebut. Dari hasil penyelidikan, kebakaran bus itu dipicu korsleting di mesin.
"Korsleting mesin yang pengaruh dengan daya pacu mesin," ujar Kapolres Sijunjung, AKBP Muhammad Ikhwan Lazuardi, Sabtu (14/5/2022).
Ikhwan menambahkan, bahwa saat daya pacu mesin bermasalah, sopir langsung menepikan kendaraan yang membawa penumpang sebanyak 46 orang itu.
"Sehingga supir inisiatif meminggirkan mobil dan menyuruh penumpang turun. Tidak lama, api menjalar membuat bus hangus terbakar," beber Ikhwan.
Ikhwan mengungkapkan, tindakan cepat sang sopir menyelamatkan seluruh penumpang, membuat tidak ada korban jiwa dari kejadian ini.
Ikhwan menambahkan, api menjalar dengan cepat membuat bus hangus terbakar. Sebelumnya, sopir telah berupaya melakukan pemadaman.
"Apar ada cuma tidak memadai karena cepatnya api. (Tindakan) itu sudah SOP perusahaan," tutur Ikhwan.
Ikhwan mengatakan, bahwa pengemudi bus merupakan sopir organik perusahaan.
"Dia bukan sopir tembak atau cadangan, tapi sopir organik perusahaan otobus," jelasnya.
Ikhwan menegaskan dalam insiden kebakaran ini tidak ada korban jiwa. Saat mesin bus bermasalah, sopir telah bertindak dengan menepikan kendaraan serta memerintahkan penumpang turun.
Sebelumnya, kebakaran bus ALS bernopol BK 7815 LC ini terjadi pada Jumat (13/5/2022) sekitar pukul 09.10 WIB. Bus dikemudikan Muhamad Iqbal Lubis (52), diketahui hendak menuju Jakarta. Namun terbakar di Sijunjung.
"Sebelum terbakarnya sopir mengaku merasa kurang nyaman dengan tenaga atau tarikan mobilnya. Setelah itu pengemudi menepikan mobilnya," ucap Ikhwan.
Selanjutnya terang Ikhwan, sopir bus melihat kondisi mesin mobil yang berada di bagian belakang.
"Setelah dicek, api telah menyala dan membakar bagian belakang bus," ungkap Ikhwan.
Melihat kondisi itu sebut Ikhwan, sang sopir meminta dan menyuruh seluruh penumpang bus untuk segera turun dari kendaraan itu. (Irwanda)
Berita Terkait
-
Investigasi Kemenhub Ungkap Bus ALS Tak Miliki Izin Operasi
-
8 Fakta Kecelakaan Maut Bus ALS vs Truk BBM di Muratara, 16 Orang Tewas Terbakar
-
Korlantas Polri Kantongi Hasil TAA Kecelakaan Maut Bus ALS yang Telan 12 Korban Jiwa
-
Kecelakaan Maut di Padang Panjang, 12 Orang Tewas
-
15 Link Dowonload Mod BUSSID Bus ALS Full Muatan, Siap Libas Jalanan Ekstrem Sumatera
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi