Ranah - Tidak hanya ditemukan di Sijunjung, penyebaran penyakit mulut dan kaki (PMK) pada sapi meluas ke daerah lainnya di Sumbar. Hingga saat ini sudah ada 11 ekor sapi positif terjangkit PMK di Sumbar.
"Untuk suspek terdapat 71 ekor sapi. Sementara hasil laboratorium positif sebanyak 11 ekor. Rata-rata sudah diambil tindakan untuk yang positif,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar Erinaldi, Selasa (17/5/2022).
Erinaldi menjelaskan, bahwa kasus PMK terbaru ditemukan di Kabupaten Tanah Datar, Solok dan Kota Pariaman hingga Padang.
Ia mengungkapkan, bahwa hasil tracking 11 ekor sapi yang positif terjangkit PMK berada di pasar ternak.
Sapi yang positif terjangkit PMK itu kata Erinaldi, merupakan kiriman dari luar provinsi yakni Riau dan Aceh Tamiang. Pihaknya terpaksa menutup pasar ternak di Sumbar selama 14 hari.
“Jadi dalam dua minggu ini kami buat aturan bagaimana tranportasi hewan ternak dari luar,” ucapnya.
Pihaknya terang Erinaldi, telah melakukan penghentian sementara pengiriman hewan ternak sapi dari luar provinsi. Kemudian sebelum Idul Adha, pihaknya memperketat kontrol dan pengawasan di pasar ternak.
“Ke depan sistem pengawasan baru untuk lalu lintas (ternak), karena kita memerlukan ternak dari luar,” beber Erinaldi. (Irwanda Saputra)
Berita Terkait
-
Prabowo Guyur Insentif Baru, Bea Masuk Impor MRO dan LPG Dipangkas Jadi 0%
-
Inilah 4 Resep Rendang Daging Sapi yang Gurih dan Empuk!
-
Dari 1.000 Liter Susu, UMKM Yogya Hasilkan 100 Kg Keju Artisan
-
Harga Cabai Turun, Daging Ayam dan Sapi Malah Naik di Pasar Tradisional
-
Ajak Istri dan Anak Kunker Ke New York, Apakah Menteri PU Langgar Aturan Menkeu?
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- Kasat Narkoba Tangsel Ditangkap! Diduga Edarkan Narkoba Bersama Enam Anak Buah
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
Pilihan
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
Terkini
-
Ekspansi ke DIY, VinFast Resmikan Dealer Perdana di Sleman dan Promo Bebas Biaya Tukar Baterai
-
KPK Kejar Jejak Setoran Rp4,1 Miliar, Saksi Kasus Etik Suryani Mulai Diperiksa
-
Analisa: Kenapa Iran Rugi Besar karena Arab Saudi Diserang PMF Irak dan Houthi Yaman?
-
Geisz Chalifah Dipanggil KPK, Kasus Gratifikasi Tambang Batu Bara Rita Widyasari Kembali Bergulir
-
Pekerja Bangunan di Blitar Meregang Nyawa Saat Memlester Dinding, Polisi Selidiki Penyebabnya
-
A Spoonful of the Sea, Tradisi Ulang Tahun Korea yang Menghangatkan Hati
-
Pemkab Siak Klaim Tangani 152 Km Jalan Kabupaten yang Rusak
-
Rilis Final Trailer Film "Dan Bandung", Kisah Perjuangan Cinta Yang Siap Mengaduk Emosi Penonton
-
Buku The Principles of Power: Seni Menguasai Pengaruh Secara Etis
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi