/
Selasa, 17 Mei 2022 | 16:18 WIB
canva.com

Ranah - Tidak hanya ditemukan di Sijunjung, penyebaran penyakit mulut dan kaki (PMK) pada sapi meluas ke daerah lainnya di Sumbar. Hingga saat ini sudah ada 11 ekor sapi positif terjangkit PMK di Sumbar.

"Untuk suspek terdapat 71 ekor sapi. Sementara hasil laboratorium positif sebanyak 11 ekor. Rata-rata sudah diambil tindakan untuk yang positif,” ujar Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumbar Erinaldi, Selasa (17/5/2022).

Erinaldi menjelaskan, bahwa kasus PMK terbaru ditemukan di Kabupaten Tanah Datar, Solok dan Kota Pariaman hingga Padang. 

Ia mengungkapkan, bahwa hasil tracking 11 ekor sapi yang positif terjangkit PMK berada di pasar ternak.

Sapi yang positif terjangkit PMK itu kata Erinaldi, merupakan kiriman dari luar provinsi yakni Riau dan Aceh Tamiang. Pihaknya terpaksa menutup pasar ternak di Sumbar selama 14 hari.

“Jadi dalam dua minggu ini kami buat aturan bagaimana tranportasi hewan ternak dari luar,” ucapnya.

Pihaknya terang Erinaldi, telah melakukan penghentian sementara pengiriman hewan ternak sapi dari luar provinsi. Kemudian sebelum Idul Adha, pihaknya memperketat kontrol dan pengawasan di pasar ternak.

“Ke depan sistem pengawasan baru untuk lalu lintas (ternak), karena kita memerlukan ternak dari luar,” beber Erinaldi. (Irwanda Saputra)

Load More