Ranah – Ketua DPRD Sumbar Supardi minta gubernur maupun bupati/wali kota memecat kepala sekolah (kepsek) yang tidak membolehkan siswa ikut ujian karena belum melunasi uang iuran komite.
Supardi mengungkapkan, bahwa tindakan tegas harus diambil karena sangat penting untuk masa depan pendidikan Sumbar. Apalagi aduan kasus seperti ini telah banyak masuk ke DPRD Sumbar.
“Jika praktik tidak membolehkan siswa mengikuti ujian karena tidak membayar komite ditemukan, kita minta gubernur atau wali kota bupati memberhentikan kepala sekolah itu. Kapan perlu copot kepala dinasnya,” ujar Supardi, Senin (23/5/2022).
Ia menambahkan, bahwa kepsek tidak boleh menghubung-hubungkan antara kewajiban orang tua dengan hak anak.
Menurutnya, pembayaran uang iuran komite tersebut merupakan kewajiban orang tua. Sedangkan mengikuti ujian adalah hak anak.
“Kita minta gubernur melalui Dinas Pendidikan Provinsi Sumbar mengintruksikan Disdik kabupaten kota untuk tidak menyamakan kewajiban orang tua dengan hak anak. Tujuan pendidikan dalam konstitusi, adalah mencerdaskan anak bangsa,” beber Supardi.
Ia mengharapkan Disdik mencarikan solusi agar tidak membebani wali murid yang belum mampu membayar uang komite.
Apalagi pasca covid-19, ekonomi masyarakat belum stabil, bahkan kebanyakan cenderung terpuruk. Hanya masyarakat golongan tertentu saja yang bisa ekonominya kembali seperti semula," tuturnya.
Selanjutnya kata Supardi, iuran komite tidak diwajibkan dan jangan sampai siswa juga ikut memikirkan hal tersebut. Sehingga, konsentrasi untuk mengikuti ujian terganggu.
"Lebih miris lagi, ketika ada para guru yang lebih sering mengingatkan uang komite ketimbang persiapan ujian. Seolah-olah yang lebih wajib itu membayar komite, bukan ujian," ungkapnya.
Sikap itu, menurut Supardi, secara tidak langsung, perangkat sekolah telah membodohi siswa. Kepala daerah harus mengatisipasi hal ini.
Supardi mengatakan, meski saat ini pemerintah daerah sedang fokus membangun sektor ekonomi, pariwisata ataupun bidang lainnya, akan tetapi jangan sampai gagal mencetak anak-anak cedas.
"Jika pembangunan tidak dikelola oleh SDM memadai, upaya-upaya itu menjadi percuma saja," katanya.
Selain itu terang Supardi, persoalan ini tidak cukup dengan Surat Edaran (SE) saja. Namun harus diiringi dengan pengawasan yang optimal.
“SE tidak akan efektif. Jika hukuman yang akan diterima tidak sampai ke telinga para kepada sekolah. Khususnya kepada gubernur yang SMA/SMK berada pada wilayah kewenangannya,” ujarnya.
Berita Terkait
-
Gus Ipul Resmikan Pelatihan Guru dan Kepsek Sekolah Rakyat Dorong Profesionalisme
-
Siti Pilih Mengabdi di Sekolah Rakyat Meski Sempat Jadi Kepsek SMA Favorit
-
Polresta Yogyakarta: Ketua Yayasan Little Aresha Instruksikan Pengasuh Ikat Anak Titipan
-
5 Cara Tenang Hadapi UTBK 2026 agar Tidak Gemetar saat Ujian
-
12 Kepala, 1000 Konflik: Ujian 60 Hari di Warung Bujang
Terpopuler
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- Pengakuan Lengkap Santriwati Korban Pencabulan Kiai Ashari di Lingkungan Pesantren Pati
- Xiaomi 17 Jadi Senjata Baru Konten Kreator, Laura Basuki Tunjukkan Hasil Foto Leica
- 7 Sepatu Lari Lokal untuk Jalan Jauh dan Daily Run Mulai Rp100 Ribuan, Tak Kalah dari Hoka
- 5 HP Terbaru 2026 untuk Budget di Bawah Rp3 Juta, Ada yang Support 5G dan NFC
Pilihan
-
Review If Wishes Could Kill: Serial Horor Korea yang Bikin Kamu Mikir Sebelum Buat Permintaan!
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
Terkini
-
Festival Lahan Basah Pertama di Indonesia Hadir dari Tempirai, Merawat Tradisi yang Hampir Hilang
-
Dekat dengan Umat, Bank Sumsel Babel Salurkan Dukungan untuk Pengembangan Fasilitas Keagamaan
-
Jelang Idul Adha, PTBA Gelar Pelatihan Penyembelihan Kurban Agar Sesuai Syariat
-
7 Sepatu Lari Lokal Paling Underrated 2026: Kualitasnya Dipuji Runner, Tapi Masih Jarang Dilirik
-
Sepatu Lari Lokal Makin Viral, Tapi 5 Hal Ini Masih Bikin Sebagian Runner Ragu?
-
Banjir Air Mata, Nonton Duluan Film Yang Lain Boleh Hilang, Asal Kau Jangan, Sukses Mengharu Biru
-
DVI Mulai Cocokkan DNA Keluarga Korban Bus ALS di Muratara yang Belum Teridentifikasi
-
SPMB Pontianak Dibuka Juni 2026, Orang Tua Jangan Sampai Ketinggalan Jadwal Ini
-
Pengendara Diminta Waspada, Jalan Desa di Landak Mendadak Ambles dan Berbahaya saat Malam
-
Sinopsis Film The Sheep Detectives, Misteri Pembunuhan yang Diselidiki Kawanan Domba