- Polresta Yogyakarta menetapkan 13 tersangka dalam kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha yang melibatkan ketua yayasan.
- Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah memerintahkan serta membiarkan praktik pengikatan tangan dan kaki anak dilakukan setiap hari.
- Hasil visum mengonfirmasi adanya luka jeratan pada korban akibat praktik kekerasan yang sudah berlangsung secara turun-temurun.
Suara.com - Polisi mengungkap fakta baru di balik kasus dugaa kekerasan terhadap anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta. Tindakan tidak manusiawi tersebut ternyata bukan sekadar inisiatif pengasuh, melainkan perintah langsung dari Ketua Yayasan bernama Diyah Kusumastuti.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta Kompol Riski Adrian menyebut pihaknya telah menetapkan 13 orang tersangka, terdiri dari 11 pengasuh, Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah berinisial AP.
"Memang kalau untuk aturan tertulis atau tata cara itu tidak ada. Namun dari keterangan para tersangka, pengasuh sebelas orang itu, mereka diperintahkan melakukan hal itu oleh Ketua Yayasan," ujar Riski di Mapolresta Yogyakarta, Senin (27/4/2026).
Riski memaparkan, Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah diduga kuat terlibat aktif dalam menormalisasi kekerasan tersebut.
Keduanya dilaporkan selalu hadir setiap pagi dan menyaksikan secara langsung saat para pengasuh mengikat kaki dan tangan anak-anak, namun tidak pernah melarangnya.
"Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah ini selalu hadir di tiap pagi, dan mereka melihat langsung para pengasuh melakukan hal tersebut kepada anak-anak itu. Jadi dia mengetahui dan menyuruh melakukan," bebernya.
Lebih lanjut, Adrian mengungkapkan bahwa cara penanganan anak yang kasar ini diduga sudah menjadi tradisi di lingkungan daycare tersebut. Praktik pengikatan anak itu diwariskan secara turun-temurun dari pengasuh senior kepada karyawan baru.
"Pengasuh menyampaikan ini dari turun-temurun. Artinya sebelum mereka kan sudah ada yang bekerja, cara-cara itu juga disampaikan sama senior-senior merekalah atau yang sudah keluar," ujar Riski.
Terkait bukti fisik, penyidik telah mengantongi hasil visum terhadap tiga orang anak korban. Pemeriksaan medis mengonfirmasi adanya luka jeratan yang konsisten di bagian tubuh korban.
Baca Juga: Fakta Miris Daycare di Indonesia: 44 Persen Ilegal dan Mayoritas Pengasuh Tak Tersertifikasi
Polresta Yogyakarta hingga kekinian masih terus melakukan pendalaman dengan memanggil para saksi, termasuk orang tua murid yang pernah menggunakan jasa daycare tersebut di masa lalu.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
- Syifa Hadju Anak Siapa? Ayah Kandung Dikabarkan Siap Jadi Wali Nikah
Pilihan
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
-
Profil Mohammad Jumhur Hidayat, Aktivis Buruh yang Kini Jadi Menteri Lingkungan Hidup
-
Prabowo Kocok Ulang Kabinet: Jumhur Hidayat Dilantik Jadi Menteri LH hingga Dudung Jabat Kepala KSP
-
Jumhur Hidayat Tiba di Istana Dikabarkan Jadi Menteri LH: Banyak Tugas, Harus Kerja Keras
Terkini
-
Terkuak! Anak Daycare Little Aresha Diikat Seharian, Dilepas Saat Mandi dan Difoto untuk Orang Tua
-
Harga Gabah Melonjak, Produsen Beras Terhimpit HET dan Bayang-Bayang Satgas Pangan
-
Misteri Dua ART Lompat dari Kos Benhil, Polisi Periksa 9 Saksi
-
KUHAP Baru Disorot: Dinilai Buka Celah Kriminalisasi hingga Perkuat Impunitas Aparat
-
Rocky Gerung Tertawa Sambil Pegang Lengan Prabowo Saat Pelantikan, Akrab dengan Seskab Teddy
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Ironi Reformasi Polri: Saat Polisi Masih Jadi Pelaku Utama Kekerasan terhadap Jurnalis
-
Warga Bintaro-Ciledug Wajib Cek! Ada Rekayasa Lalu Lintas Besar-besaran Imbas Proyek Pipa
-
Sah! Jumhur Hidayat Jadi Menteri LH, Hanif Faisol 'Turun Tahta' Jabat Wamenko
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana