/
Minggu, 14 Agustus 2022 | 11:04 WIB
Ketua Umum Persatuan Dukun Nusantara Abdul Fatah Hasan. [Foto: Rizki Alfian/TIMES Indonesia]

RanahSuara - Persatuan Dukun Nusantara (Pedunu) yang berpusat di Banyuwangi, Jawa Timur, bereaksi antara pendiri Padepokan Nur Dzat Sejati, Gus Samsudin dengan Pesulap Merah, yang viral akhir-akhir ini.

Sebagaimana diketahui, nama Samsudin ini mencuat setelah konten-konten supranaturalnya viral dan banyak ditonton oleh warganet. Ia juga membuka praktik dan padepokan di kawasan Blitar Jawa Timur. Setelah itu, Ia terlibat perseteruan dengan Pesulap Merah, Marcel Radhival.

Sementara Pesulap Merah dikenal sebagai sosok yang membongkrak trik pengobatan Gus Samsudin. Dimana Pesulap Merah menyebut Gus Samsudin,memakai perlengkapan sulap. Bahkan beberapa konten dan praktik kerjanya pun demikian.

Sampai akhirnya Pesulap Merah menantangnya agar membuktikan kesaktiannya. Dari sini kemudian namanya terus mencuat ke permukaan. Belakangan Samsudin melaporkan Marcel ke Polda Jatim kasus pencemaran nama baik.

Ketua Persatuan Dukun Nusantara (Pedunu) Gus Fatah menyarankan keduanya harus saling terbuka dan menyampaikan kebenaran sesungguhnya, termasuk mengakui jika memang ada sebuah rekayasa atau trik yang diluncurkan selama ini.

"Kayak Samsudin ya juga harus mengakui bahwa apa yang dilakukan itu bagian dari pembodohan publik. Si Marcel itu harus mengedepankan etika komunikasi, jadi mencerminkan edukasi," ungkapnya, sebagaimana dicuplik dari suarajatim.id.

Atas kasus perseteruan antara Gus Samsudin dengan Marcel Radhivalel si Pesulap Merah, Perdunu menyarankan kepada seluruh masyarakat untuk menjadikan insiden ini sebagai wahana pembelajaran.

Masyarakat diminta agar selektif dan tidak sembarangan dalam memilih guru spiritual ataupun orang yang dipercaya memiliki kemampuan supranatural.

Selain itu, dalam kasus ini Perdunu juga menilai kalau Gus Samsudin dan Pesulap Merah sama-sama telah Offside.

Baca Juga: Viral Video Paranormal Dayak Ngaku Tak Tersinggung dan Bela Sikap Pesulap Merah: Dia Bukan Menjatuhkan yang Real

"Kedua-duanya offside, Samsudin itu beraktifitas melakukan sesuatu yang itu dipahami kalau itu adalah trik dan dipastikan itu adalah trik," kata Fatah.

"Kemudian si Pesulap Merah itu berasumsi memberi edukasi, edukasi yang seperti apa, bukan dengan proses yang meninggalkan etika-etika dalam edukasi. Maka keduanya saya kira offside," katanya menambahkan.

Pria yang akrab disapa Gus Fatah mengatakan praktik perdukunan Gus Samsudin tidak mencerminkan bagian dari spiritual maupun supranatural, sedangkan Marcel juga tidak mencerminkan etika baik dalam berkomunikasi.

Disinggung mengenai konflik antara Gus Samsudin dengan Marcel si Pesulap Merah dibawa ke ranah hukum, Gus Fatah menganggap itu sebuah hal yang berlebihan, menurutnya masih banyak cara untuk melerai pertikaian dan meredam konflik antar keduanya.

"Kalau itu dibawa ke ranah hukum saya kira berlebihan lah, jadi kedua-duanya itu harusnya duduk bareng, terus introspeksi masing-masing," pungkas Gus Fatah.

Load More