/
Senin, 03 Oktober 2022 | 09:54 WIB
Valentino Jebret Simanjuntak. (Instagram @radotvalent)

RanahSuara.id - Valentino Jebret Simanjuntak menyampaikan pengunduran dirinya sebagai host dan komentator program BRI Liga 1 2022/2023 terhitung sejak 2 Oktober 2022.

Keputusan untuk mengundurkan diri sebagai host dan komentator BRI Liga 1 itu dilakukan Valentino Simanjuntak usai tragedi Kanjuruhan yang memakan ratusan korban jiwa yang terjadi pada 1 Oktober 2022.

Ia mengumumkan pengunduran diri itu di postingan Instagram miliknya @radotvalent yang dikutip oleh Hops.id pada Senin (3/10/2022).

Valentino Simanjuntak awalnya mengungkapkan bahwa laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya adalah salah satu pertandingan BRI Liga 1 terbaik yang pernah ia bawakan.

Namun dirinya tidak menyangka bahwa seusai tim tamu Persebaya Surabaya meraih poin penuh, akan terjadi kerusuhan yang memakan korban jiwa.

Dari tragedi ini, ia memutuskan untuk mengundurkan diri sebagai host dan komentator BRI Liga 1 2022/2023 terhitung sejak 02 Oktober 2022.

"Kemarin malam adalah salah satu pertandingan terbaik di Liga 1 yang saya bawakan, tapi tak menyangka beberapa saat kemudian dan sampai pagi mendengar kabar yang begitu menyedihkan untuk sepakbola Indonesia bahkan dunia," tulis Valentino Simanjuntak.

"Sepanjang hari ini, kegelisahan dan frustrasi saya dari apa yang terjadi meyakinkan saya membuat keputusan ini," sambungnya.

Valentino Simanjuntak mengharapkan seluruh pihak diminta untuk tidak saling menyalahkan karena saat ini adalah saatnya untuk melakukan tanggungjawab masing-masing untuk kepentingan kemajuan sepakbola Indonesia.

Baca Juga: Bek Persib Jupe Berduka Tragedi Kanjuruhan: Sepakbola itu Hiburan, Bukan Kuburan

"Hentikan saling menyalahkan, saatnya semua melakukan tanggungjawabnya masing2 u/ keadaan saat ini dan yang kita harapkan di masa depan u/ kemajuan sepakbola Indonesia," tulis Valentino Simanjuntak lagi.

Ia pun juga mengharapkan agar semua korban jiwa dapat didata dengan benar, dapat ditemukan keluarganya. Kemudian, yang masih berjuang di rumah sakit dapat diberi pemulihan.

Selain itu, Valentino Simanjuntak dalam postingan di Instagram pribadinya juga membuat official statement yang terdiri dari enam poin.

Pertama, ia menjabarkan bahwa tragedi di Stadion Kanjuruhan ini bukan menjadi tragedi bagi seluruh insan sepakbola, tetapi juga bagi warga masyarakat Indonesia yang telah menjadi perhatian internasional.

"Bahwa saya sebagai bagian dari insan sepakbola nasional merasa prihatin dan sedih yang mengakibatkan semangat/hasrat untuk berpartisipasi dalam program BRI Liga 1 2022/2023 sudah pada titik terendah saya sebagai host dan komentator program sepakbola,” ucap Valentino Simanjuntak.

"Bahwa saya menyampaikan pengunduran diri sebagai host dan komentator program BRI Liga 1 2022/2023 terhitung sejak 2 Oktober 2022," tambahnya lagi.

Valentino Simanjuntak mengungkapkan, sikap ini ia tunjukkan sebagai bentuk rasa simpati dan empati kepada korban dan seluruh insan sepakbola tanah air.

Valentino Simanjuntak juga mengatakan bahwa menyaksikan sepakbola sejatinya adalah hiburan dan silaturahmi alat pemersatu bangsa, bukan sebaliknya.

"Bahwa sikap tersebut juga sebagai bentuk rasa simpati dan empati saya kepada para korban serta seluruh insan persepakbolaan nasional,” bebernya.

“Menyaksikan pertandingan sepakbola sejatinya dapat menjadi sarana hiburan, pengaplikasian nilai rivalitas sportif, sekaligus menjadi momen silaturahmi sebagai alat pemersatu bangsa," imbuhnya.

Ia mengajak seluruh insan sepakbola Indonesia untuk mengembalikan tujuan sepakbola melalui rivalitas sportif yang aman dan nyaman.

"Mari sama-sama kita kembalikan tujuan dari sepak bola yaitu pencapaian prestasi melalui rivalitas sportif serta kebanggaan dan hiburan bagi yang menyaksikan dengan aman dan nyaman," terangnya.

Valentino Simanjuntak pun mengharapkan agar kejadian atau peristiwa yang terjadi di Kanjuruhan ini menjadi yang terakhir kalinya di dunia persepakbolaan Indonesia.

Kemudian ia juga mengharapkan agar kejadian ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh stakeholder persepakbolaan Indonesia.

Load More