RanahSuara - Kegiatan budidaya menanam dengan memanfaatkan air tanpa media tanah atau hidroponik, kini menjadi tren karena bisa dilakukan di tengah lahan sempit dengan hasil yang tidak berbeda dengan cara konvensional. Tren ini dijadikan bagian dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Andalas, melakukan kegiatan pengabdian krpada masyarakat ke SMA Negeri 1 Lubuk Alung, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat, (14/10), didukung sejumlah mahasiswa dari himpunan mahasiswa (hima) TPB.
Kegiatan yang menjadi bagian dari tridarma perguruan tinggi dan penerapan merdeka belajar ini melalui pemberian pelatihan membuat media tumbuh dengan hidroponik. Menanam Hidroponik merupakan cara bercocok tanam menggunakan air.
Sehingga tidak membutuhkan lahan yang luas. Secara sederhana hidroponik diartikan sebagai budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah, dan hanya menggunakan media air serta nutrisi.
Hasil tanaman dari budidaya secara hidroponik di klaim lebih sehat, karena selama masa budidaya tidak menggunakan pestisida atau bahan kimia lain yang berbahaya. Tentu saja hal ini sejalan dengan pola perilaku hidup sehat yang telah banyak menjadi gaya hidup masyarakat.
Kepedulian akan kesehatan semakin meningkat hal itu ditunjukkan dengan pola konsumsi yang mulai berubah. Masyarakat kini kian menyadari dan mulai berubah untuk sebisa mungkin mengkonsumsi makanan yang organik.
Terdapat banyak jenis tanaman yang bisa dibudidayakan secara hidroponik. Sayuran seperti bayam, kangkung, sawi, tomat, cabai dan banyak lagi jenis sayuran lain
Kegiatan ini bertujuan memberi bekal keterampilan bagi para siswa untuk membuat media tumbuh hidroponik secara sederhana, dan bagaimana proses mempersiapkan untuk media tumbuh tanaman.
Fadli irsyad selaku pemateri menjelaskan, kegiatan ini menjadi modal pengetahuan bagi para siswa kedepannya untuk bisa berkontribusi dalam dunia teknologi pertanian. Bagaimana generasi muda bisa mempersiapkan teknologi yang ramah lingkungan, sehat dan higienis. Hidroponik merupakan solusi untuk memenuhi gizi dan menunjang ekonomi keluarga di lahan terbatas,” jelas Fadli.
Berita Terkait
-
Jalin Kerja Sama dengan Qatar, Mentan SYL Jamin Kemudahan Investasi di Bidang Pertanian dan Peternakan
-
Kementerian Pertanian Gandeng Bank KB Bukopin Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
-
Percepat Proses Pertanian, Relawan OMG Jambi Beri Bantuan Alat ke Kelompok Tani Sumber Rukun
-
Komoditas Pertanian Yang Dorong Inflasi Bakal Dilindungi Asuransi
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
Terkini
-
55 Kode Redeem FF Max Terbaru 15 Mei 2026: Klaim Sky Effect, Incubator, dan Skin Eclipse
-
Masalah Keluarga, Adik Hujamkan Pisau Garpu ke Kakak Kandung dan Istri di Tanggamus
-
Kontribusi PDB Tembus Rp 8.573 T, Kenapa Setoran Pajak UMKM Masih Kecil?
-
Harga Emas Antam Anjlok Hari Ini, Dibanderol Rp 2.819.000/Gram
-
Aktivitas Selat Hormuz Masih Seret, Harga Minyak Brent Tembus 106 Dolar AS
-
Gus Miftah Masuk Radar Pemimpin Masa Depan PBNU
-
Membaca Peluang di Tengah Ketidakpastian, Properti Tetap Jadi Instrumen Investasi Paling Relevan
-
Novel Hafalan Shalat Delisa, Ketika Kehilangan Menjadi Ujian Keikhlasan
-
Warga Semarang Siapkan Payung, BMKG Prakirakan Hujan Merata di Pulau Jawa Hari Ini
-
Duh! Solo Terancam Krisis Guru Parah: 154 Non-ASN Terancam Diberhentikan, 250 Guru PNS Pensiun