Ranah.co.id - Gempa bumi bermagnitudo 5,6 yang melanda Cianjur pada Senin (21/11/22) siang, meluluhlantakan hampir sebagian rumah warga.
Ivony (52), salah satu warga yang berada di Kampung Panembong Wetan, Desa Limbangansari, Kecamatan Cianjur menuturkan bahwa beberapa bagian tembok rumahnya retak akibat terjangan gempa.
Meski dalam kondisi retak, Ivony mengaku rumahnya masih bisa dijadikan sebagai pengungsian bagi warga sekitar.
Jika dibandingkan dengan tetangganya, rumah Ivony masih dapat dikatakan lebih layak. Hanya saja beberapa plafon dan beberapa temboknya sedikit hancur.
Ivony mengungkapkan, warga yang masih takut untuk masuk atau tidur di dalam rumah, lebih memilih tidur di halaman yang beratapkan tenda terpal.
"Iya, bikin tenda pakai terpal. Warga was-was mau tidur di dalam masih ada gempa susulan. Kemarin aja saya sempat panik pas gempa jam 7 malam itu," ujar Ivony, dikutip dari suara.com, Rabu (23/11/22).
Meski menjadi posko pengungsian, namun Ivony membeberkan bahwa sampai saat ini belum ada bantuan yang didistribusikan pemerintah ke sana. Ivony juga mengatakan, mereka bisa makan dari hasil sumbangan warga lainnya.
"Belum ada bantuan dari pemerintah. Kita makan dari hasil sumbangan Yayasan Tikpar yang buka dapur umum," bebernya.
Ia juga mengaku mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan logistik, seperti roti atau biskuit untuk para pengungsi balita dan lansia. Hal ini dikarenakan beberapa mini market kehabisan stok pangan, dan supermarket di mal belum mulai beroperasi.
Baca Juga: Dana Desa Rawan Korupsi, Bupati PPU Beri Peringatan ke Perangkatnya
"Mau beli roti tadi di mini market juga kosong. Kita terpaksa kalo mau makan nunggu dapur umum masak. Semalam juga mau beli nasi goreng, tukangnya bilang habis," tambahnya. (Syifa Aisyah Putri/Mg3)
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook
-
Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi
-
Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga
-
Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?
-
Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita
-
Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor
-
Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat
-
Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink
-
Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan
-
Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN