Ranah.co.id - Gunung Marapi di antara Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Agam mencatatkan 15 kali erupsi sepanjang hari kemarin. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat tinggi kolom abu vulkanik yang disemburkan Marapi dari kawahnya 200-300 meter
Kepala Pos Pengamatan Gunung Marapi Teguh Purnomo mengatakan abu vulkanik yang disemburkan berwarna kelabu dengan asap putih. Menurutnya, erupsi yang terjadi masih dapat dikatakan sebagai erupsi pembuka. Pihaknya akan terus memantau aktivitas gunung akan naik atau turun.
"Ini masih dikatakan pembuka. Tapi belum pasti. Kita lihat dulu apakah akan meningkat atau justru menurun," kata Teguh, Minggu (8/1/2023), dicuplik dari Langgam.id.
Ia menyebutkan Gunung Marapi punya siklus dua sampai empat tahunan erupsi. Terakhir, gunung ini erupsi pada 4 Juli 2017. "Ini masih dini. Kami akan pantau terus data dan perkembangannya," katanya.
Teguh mengimbau masyarakat mengikuti rekomendasi PVMBG. Masyarakat, wisatawan dan pendaki supaya tidak mendekat ke radius tiga kilometer dari kawah Gunung Marapi.
Seperti diketahui, letusan Gunung Marapi terekam di seismogram dengan amplitudo 1-23.4 mm dengan durasi antara 45 hingga 109 detik.
Selain letusan, juga terdeteksi empat kali hembusan, satu kali gempa tornillo dengan durasi 12 detik, satu kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 19.5 mm, dengan durasi 20.8 detik serta gempa tektonik jauh sebanyak empat kali dengan durasi antara 45 hingga 200 detik.
Selain itu juga terekam gempa tremor secara terus menerus. Gunung Marapi saat ini berada di level II atau waspada.
Baca Juga: Jejak Pesawat Militer MIG-17 AURI, dari Operasi Trikora hingga Peristiwa di Istana Negara
Berita Terkait
-
Gunung Marapi di Sumbar Erupsi, Jalur Pendakian Ditutup
-
Gunung Anak Krakatau 3 Kali Meletus di Awal Tahun 2023, Dilarang Mendekat Dalam Radius 5 Kilometer!
-
Mobile Kitchen PLN Laksanakan CSR untuk Para Pengungsi Erupsi Gunung Semeru
-
Cegah Bodi Mobil Tergores Debu Vulkanik, Berikut Tips Cuci Kendaraan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: Siap-siap Hujan di Wilayah Selatan dan Timur
-
Honor Siapkan HP Gahar dengan Baterai 14.000 mAh, Bye-bye Powerbank
-
Zodiak yang Beruntung Mulai 25 Juni: Keuangan Taurus hingga Capricorn Mulai Membaik
-
Driver Sambut Potongan Komisi Ojol 8 Persen, Berharap Tak Muncul Biaya Baru yang Kurangi Pendapatan
-
Sisi Gelap Sirkus Media di Serial Dokumenter Michael Jackson: The Verdict
-
70mai Gebrak Pasar Dashcam Indonesia Lewat Produk Berteknologi True 4K dan Koneksi 4G
-
Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 25 Juni 2026 di Medan
-
Sengketa Pengawalan Truk CPO Berujung Bentrok Bersenjata, Ada Apa di Muara Lakitan?
-
Misteri Formasi Tak Lazim Drone Iran, Kesaksian Pilot F-15 Bikin Geger
-
Pensiun, Apa Itu? Lionel Messi: Saya Mau Main di Piala Dunia 2030