/
Senin, 13 Februari 2023 | 16:53 WIB
Mahfud MD. (Instagram @mohmahfudmd)

Ranah.co.id - Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (PN Jaksel) menjatuhkan vonis hukuman mati terhadap Ferdy Sambo yang merupakan terdakwa kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Dikutip dari Suara.com pada Senin (13/2/2023), majelis hakim menyatakan perbuatan Ferdy Sambo terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana turut serta merampas nyawa seseorang dengan perencanaan terlebih dahulu sebagaimana yang didakwakan.

Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Ferdy Sambo bersalah melanggar Pasal 340 juncto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan primer dari jaksa penuntut umum (JPU).

Tak hanya itu, Ferdy Sambo juga dinyatakan bersalah melanggar Pasal 49 juncto Pasal 33 UU ITE Nomor 19 Tahun 2016 juncto pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP dalam kasus dugaan perintangan penyidikan atau obstraction of justice tewasnya Brigadir J.

"Menyatakan terdakwa Ferdy Sambo terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum bersalah melakukan tindak pidana turut serta merampas nyawa orang lain yang direncanakan terlebih dahulu sebagaimana yang diatur dan diancam dalam dakwaan Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat 1 Ke-1 KUHP," ungkap Ketua Majelis Hakim Wahyu Iman Santoso dalam persidangan, Senin (13/2/2023).

Menko Polhukam Mahfud MD pun turut menanggapi soal vonis yang diterima oleh Ferdy Sambo tersebut. Hal itu diungkapkannya di postingan Instagram miliknya @mohmahfudmd pada Senin (13/2/2023).

"Peristiwanya memang pembunuhan berencana yang kejam. Pembuktian oleh jaksa penuntut umum memang nyaris sempurna," tulis Mahfud MD.

"Para pembelanya lebih banyak mendramatisasi fakta," sambung Mahfud MD.

Mahfud MD pun turut mengomentari soal majelis hakim yang menangani kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat atau Brigadir J dengan terdakwa Ferdy Sambo tersebut.

Baca Juga: Divonis Hukuman Mati, Kapan Ferdy Sambo Akan Dieksekusi?

"Hakimnya bagus, independen, dan tanpa beban. Makanya vonisnya sesuai dengan rasa keadilan publik. Sambo dijatuhi hukuman mati," kata Mahfud MD.

Load More