Religi / Serba-serbi
Sabtu, 23 Maret 2024 | 15:16 WIB
Malam Lailatul Qadar 2024: Rahasia, Keistimewaan, dan Amalan Terbaik (freepik)

Artinya: “Barangsiapa shalat pada malam lailatul qadar karena iman dan mengharapkan pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.” 

Amalan-amalan malam lailatul qadar

Ada berbagai amalan malam lailatul qadar yang dapat dikerjakan untuk menambah pahala. Berikut beberapa amalan sunnah malam lailatul qadar.

1. Ikut shalat berjamaah

Melaksanakan shalat berjamaah akan menjadikan kita sebagai bagian dari orang-orang yang menghidupkan lailatul qadar. Ia akan mendapatkan pahala salat separuh malam. Hal ini berdasarkan pada sabda Rasulullah saw, 

مَنْ شَهِدَ الْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ قِيَامُ نِصْفِ لَيْلَةٍ وَمَنْ صَلَّى الْعِشَاءَ وَالْفَجْرَ فِى جَمَاعَةٍ كَانَ لَهُ كَقِيَامِ لَيْلَةٍ

Artinya: "Siapa yang menghadiri salat Isya berjamaah, maka baginya pahala salat separuh malam. Siapa yang melaksanakan salat Isya dan Subuh berjamaah, maka baginya pahala salat semalam penuh." (HR Muslim dan Tirmidzi)

2. Memperpanjang shalat malam 

Bagi siapa saja yang dapat menegakkan shalat malam, maka dosa-dosanya telah diampuni. Hal ini bersumber dari sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan dalam hadist Abu Hurairah Ra, sebagai berikut.

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

Artinya: "Barang siapa yang bangun menegakkan salat malam di malam Lailatul Qadar karena keimanan dan mencari ridha Allah maka dosa-dosanya yang telah lalu diampuni." (HR Bukhari dan Muslim)

3. Itikaf

Itikaf merupakan ibadah berdiam diri di masjid dengan tujuan untuk merenung. Nabi Muhammad saw melakukan itikaf selama 10 hari terakhir bulan ramadhan. 

Baca Juga: Kapan Malam Lailatul Qadar 2024? Persiapkan Amalan dan Doa Mujarab Ini


أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَعْتَكِفُ اْلعَشَرَ اْلأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ. [رواه مسلم]

Artinya: "Nabi SAW melakukan itikaf pada hari kesepuluh terakhir dari bulan Ramadan, (beliau melakukannya) sejak datang di Madinah sampai beliau wafat, kemudian istri-istri beliau melakukan itikaf setelah beliau wafat." (HR Muslim)

4. Membaca doa lailatul qadar 

Pada malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir lailatul qadar, bacalah doa lailatul sebagai berikut. 

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

 Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul 'afwan fa'fu 'anni

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, dan Engkau suka memberi maaf, maka maafkan aku."

5. Memperbanyak istighfar 

Pada malam-malam ganjil lailatul qadar perbanyaklah bacaan istighfar agar dosa-dosa diampuni oleh Allah Swt. Lengkapi dengan bacaan doa sayyidul istighfar sebagaimana diriwayatkan dalam hadits Bukhari sebagai berikut,

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna 'abduka wa anaa 'alaa 'ahdika wa wa'dika. Mastatha'tu a'uudzu bika min syarri maa shana'tu abuu u laka bini' matika 'alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta.

Artinya: "Hai Tuhanku, Engkau Tuhanku. Tiada tuhan yang disembah selain Engkau. Engkau yang menciptakanku. Aku adalah hamba-Mu. Aku berada dalam perintah iman sesuai perjanjian-Mu sebatas kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang kuperbuat. Kepada-Mu, aku mengakui segala nikmat-Mu padaku. Aku mengakui dosaku. Maka itu ampunilah dosaku. Sungguh tiada yang mengampuni dosa selain Engkau." (HR Bukhari)

6. Membaca Al Quran

Perbanyak bacaan Al Quran di malam lailatul qadar. Tingkatkan bacaan sampai khatam. Amalan ini merupakan salah satu kebiasaan Nabi Muhammad pada bulan ramadhan. 

وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ فِي كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ الْقُرْآنَ

Artinya: "Jibril menemuinya pada tiap malam malam bulan Ramadan, dan dia (Jibril) bertadarus Al-Qur'an bersamanya." (HR Bukhari)

Demikian itu keistimewaan malam lailatul qadar. Semoga bermanfaat. 

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More