Setelah itu, bilal duduk dan khatib naik mimbar untuk memulai khutbah. Tradisi dan bacaan bisa sedikit berbeda tergantung daerah, tapi umumnya serupa seperti di atas.
Bacaan Bilal Idul Adha Versi Latin
Berikut adalah bacaan bilal Idul Adha versi teks Latin lengkap yang umum digunakan di Indonesia sebelum khutbah dimulai:
Bacaan Takbir 3 kali:
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar,
Lā ilāha illallāh, wallāhu akbar,
Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd.
(Dibaca 3 kali)
Kemudian dilanjutkan:
Man yahdihillāhu fa-lā muḍilla lah,
wa man yuḍlil fa-lā hādiya lah.
Ash-hadu allā ilāha illallāh,
waḥdahū lā sharīka lah,
wa ash-hadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh.
Uūṣīkūm wa nafsiyal-khāṭi’ah bi-taqwā Allāh,
fa innahū qad fāzal-muttaqūn.
Setelah itu, bilal duduk, dan khatib naik mimbar untuk menyampaikan khutbah Idul Adha.
Baca Juga: Jangan Asal Pilih! Ini Panduan Lengkap Hewan Kurban Sesuai Syariat dan Sehat
Tata Cara Membaca Bilal Idul Adha
Ada tata cara tersendiri dalam melafalkan bilal Idul Adha. Pembacaan bilal dilaksanakan oleh seorang bilal. Agar lebih jelas, berikut tata cara membaca bacaan bilal Idul Adha secara umum, sesuai dengan tradisi yang banyak dipraktikkan di masjid.
1. Dibaca Setelah Shalat Idul Adha
Setelah imam selesai memimpin shalat Idul Adha (2 rakaat), jamaah duduk tenang.
Bilal berdiri atau duduk di tempat yang mudah terdengar oleh jamaah.
2. Memulai dengan Takbir 3 Kali
Allāhu akbar, Allāhu akbar, Allāhu akbar, lā ilāha illallāh wallāhu akbar, Allāhu akbar wa lillāhil-ḥamd.
3. Bacaan ini diulang sebanyak tiga kali
Dilanjutkan dengan Kalimat Tauhid dan Nasihat Taqwa.
Bacaan bilal selanjutnya adalah:
Man yahdihillāhu fa-lā muḍilla lah,
wa man yuḍlil fa-lā hādiya lah.
Ash-hadu allā ilāha illallāh,
waḥdahū lā sharīka lah,
wa ash-hadu anna Muḥammadan ‘abduhū wa rasūluh.
Uūṣīkūm wa nafsiyal-khāṭi’ah bi-taqwā Allāh,
fa innahū qad fāzal-muttaqūn.
4. Bilal Duduk, Khatib Naik Mimbar
Setelah bacaan selesai, bilal duduk. Khatib kemudian naik mimbar dan menyampaikan khutbah Idul Adha.
Tata cara ini bisa sedikit berbeda tergantung kebiasaan daerah atau ormas Islam tertentu seperti NU atau Muhammadiyah, namun secara umum urutannya hampir sama.
Demikian itu bacaan bilal Idul Adha. Semoga dapat menambah wawasan Anda.
Kontributor : Mutaya Saroh
Berita Terkait
Terpopuler
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Harga Serum Penghilang Flek Hitam yang Efektif dan Aman, Ini 5 Rekomendasi Produknya
- Warga Jogja Protes Desil Naik, Status Miskin Masuk Desil 9, Pemda DIY Minta BPS Klarifikasi
- Kunjungi Korban Gempa di NTT Hari Ini, Gus Miftah Gelontorkan Bantuan Rp500 Juta
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
The Magician's Nephew: Menelusuri Penciptaan dan Asal Mula Dunia Narnia
-
Tawuran di Bukit Duri Dipicu Anak SD Tertabrak, Sempat Bikin Perjalanan KRL Terganggu
-
Purbaya Batasi BBM Subsidi ke Desil 10, Klaim Bikin Hemat Anggaran 10 Persen
-
Jadi Saksi Praperadilan Febrie, Eks Dirdik Jampidsus: Dia Orang Jujur dan Manut Pimpinan
-
Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan
-
Harta Dua Wakil Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK, Punya Aerox hingga Pajero Sport
-
Kalimantan dan Bali Bakal Dikeliling Transportasi Kereta Api
-
Pengguna QRIS Capai 65,77 Juta, Diterima di 44,68 Merchant
-
Wamenko Polkam: Pemulihan Korban Terorisme Jadi Tanggung Jawab Mutlak Negara
-
Pasokan Melimpah, Panas Bumi yang Terbuang Bakal Diolah Jadi Listrik 45 MW