Suara.com - Memasuki bulan suci Ramadan 1447 H atau tahun 2026 Masehi, umat Muslim di Indonesia mulai bersiap untuk menunaikan salah satu kewajiban utama, yaitu zakat fitrah.
Sebagai ibadah yang berfungsi untuk mensucikan jiwa sekaligus membantu sesama, penting bagi kita untuk mengetahui aturan dan besaran terbaru yang telah ditetapkan oleh lembaga berwenang.
Berapa Besaran Zakat Fitrah Tahun 2026?
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI secara resmi telah menetapkan standar zakat fitrah nasional untuk tahun 2026. Penetapan ini bertujuan agar masyarakat memiliki acuan yang jelas dalam menunaikan kewajibannya. Berikut adalah rinciannya:
1. Jika Menggunakan Beras:
Setiap individu wajib mengeluarkan zakat berupa makanan pokok (beras) seberat 2,5 kilogram atau setara dengan 3,5 liter per jiwa. Kualitas beras yang dizakatkan idealnya adalah beras yang kita konsumsi sehari-hari.
2. Jika Menggunakan Uang Tunai:
Bagi masyarakat yang memilih membayar dalam bentuk uang, BAZNAS RI menetapkan nominal sebesar Rp50.000 per jiwa.
Perlu dicatat bahwa besaran uang tunai ini merupakan hasil konversi dari harga beras premium rata-rata di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Namun, untuk wilayah di luar Jakarta, besaran rupiahnya bisa bervariasi mengikuti harga beras di pasar lokal masing-masing daerah.
Baca Juga: Tata Cara Bayar Zakat Fitrah, Berapa Besarannya?
Variasi Besaran di Tiap Daerah
Mengingat harga bahan pokok yang berbeda-beda di setiap provinsi, BAZNAS daerah seringkali mengeluarkan surat edaran khusus.
Sebagai contoh, di Jawa Barat, nilai zakat fitrah tahun 2026 bergerak di kisaran Rp32.500 hingga Rp50.000, tergantung daerah kabupaten atau kotanya.
Sementara di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), nominal minimal yang ditetapkan adalah sekitar Rp45.000.
Kapan Waktu Terbaik Membayarnya?
Zakat fitrah sudah mulai bisa ditunaikan sejak awal masuknya bulan Ramadan. Namun, waktu yang paling utama (afdal) adalah sebelum pelaksanaan shalat Idulfitri dimulai.
Berita Terkait
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Pasukan GP Ansor Siap Tindak yang Ganggu Muktamar Ke-35 NU Jombang
-
Kudeta Niger Gagal, Pasukan Pemerintah Melumpuhkan Penyerang Pangkalan Niamey
-
Boni Hargens Soroti Pengangkatan Kapolri sebagai Anggota Kehormatan KSBSI: Bukan Sekadar Seremonial
-
Bukan Ex-Officio! Romli Atmasasmita Tegaskan Status Listyo Sigit di KSBSI Hanya Bentuk Apresiasi
-
Apa Itu Sistem AHWA? Cara Baru Pilih Ketua Umum PBNU di Muktamar NU ke-35 Tahun 2026
-
Muktamar ke-35 NU Diwarnai Aksi Protes, Gus Yahya: Saya Mohon
-
Presiden Prabowo Tutup Muktamar NU Ke-35 di Jombang, Senin Besok
-
Gus Ipul Pastikan Forum Muktamar NU Ke-35 Bebas Ubah Keputusan Organisasi
-
Review Film The Last Sunrise: Makna Kehidupan di Balik Senyum dan Air Mata
-
Jepang Kirim Pasukan Bela Diri Bantu Meredam Kebakaran Hutan Kalimantan