Baru-baru ini publik digemparkan dengan kasus inses antara bapak dan anak di Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Sang anak dikabarkan sampai melahirkan 7 kali hasil hubungan sedarah itu.
Kini terungkap bahwa semua bayinya itu dibunuh usai ditemukan kerangka bayi di kebun kosong, Tanjung. Muncul dugaan soal motif hubungan sedarah itu merupakan ritual.
Hubungan terlarang itu dilakukan bapak bernama Rudy dengan anak kandungnya yang berinisial E dalam rentang waktu 2012-2021 hingga menghasilkan 7 bayi. Namun semua bayinya yang telah dilahirkan itu dibunuh dengan cara dibekap.
Hal itu diungkapkan dalam konferensi pers yang digelar Polresta Banyumas, Kasatreskrim Polresta Banyumas.
Kompol Agus Supriadi mengungkap alasan Rudy membunuh semua bayi hasil hubungan sedarahnya karena perintah dari guru spiritualnya. Fakta itu terungkap berdasarkan pengakuan saksi anak inisial E.
"Bayi-bayi itu dibunuh karena ada perintah dari guru spiritualnya," kata agus dikutip Rumpita pada Selasa,(27/6/2023).
Rudy telah ditangkap oleh pihak kepolisian dan akan diselidiki lebih lanjut apakah ayah dari E itu bertindak sendiri atau ada desakan dari orang lain.
Beredar pengakuan warga setempat yang sempat mencurigai adanya hubungan khusus di antara Rudy dengan anak berinisial E, pasalnya keduanya tak selayaknya ayah dan anak.
Warga kelurahan Tanjung juga sempat mengetahui saat E melahirkan beberapa tahun lalu hingga berujung diusir.
"Itu hasil hubungan sama bapak kandungnya, 12 tahun lalu. Makanya sempat diusir sama warga sehingga Ibu E sempat pindah-pindah kontrakan," jelasnya.
"Belum terlalu lama, gemuk banget badannya," jelasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- Media Israel Jawab Kabar Benjamin Netanyahu Meninggal Dunia saat Melarikan Diri
- Netanyahu Siap Gunakan Bom Nuklir? Eks Kolonel AS Lawrence Wilkerson Bongkar Skenario Kiamat Iran
- 10 Singkatan THR Lucu yang Bikin Ngakak, Bukan Tunjangan Hari Raya!
- 35 Kode Redeem FF Max Terbaru Aktif 11 Maret 2026: Klaim MP40, Diamond, dan Sayap Ungu
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
7 Hal yang Wajib Diketahui Soal Kebijakan Angkot Puncak Diliburkan Saat Lebaran
-
Kronologis Mobil Berisi Bom Tabrak Sinagoge Michigan: 140 Anak Nyaris Jadi Korban, 30 Orang Dirawat
-
Dukung Pemkab Bogor, Ketua DPRD Sastra Winara Ajak Masyarakat Rayakan Idul Fitri di Pakansari
-
Nekat Narik Angkot dan Becak di Jalur Mudik Jabar, Ini Sanksinya
-
AS Diteror Mantan Tentaranya Sendiri: Tembaki Kampus, 4 Orang Jadi Korban
-
Menegangkan! Evakuasi Bayi 3 Hari Lewat Jendela Saat Banjir 1 Meter Kepung Ciledug
-
Terbukti Pungli Miliaran ke Ribuan Guru, Pejabat Kemenag Bogor Hanya Turun Pangkat
-
Jika Prabowo-DPR Sepakat, Purbaya Siap Naikkan Defisit APBN 3 Persen
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
Sumber Daya Air Dipastikan Aman Jelang Libur Lebaran 2026