Baru-baru ini Dewi Perssik tengah jadi perbincangan usai menyebut hewan kurbannya ditolak oleh ketua RT setempat. Pedangdut yang akrab disapa Depe mengungkap permasalahan ini di media sosialnya.
Terkini, Depe dan ketua RT melakukan mediasi, dalam kesempatan ini Depe menyebut ketua RT itu sudah lama menjabat. Usut punya usut ini bukan masalah pertama yang dialami Depe.
Saat ditemui, Depe menjelaskan bahwa ia pernah beberapa kali kena teguran. Sang artis bahkan sungkan mengadakan pengajian di rumahnya lantaran khawatir akan banyak orang.
"Selama saya tinggal di situ, RT-nya ya itu. Saya sudah hampir 4 tahun di situ. Bukan cuma masalah ini saja sih, perkara parkir juga kami sering dapat teguran. Saya mau bikin pengajian saja nggak berani loh, sampai dibantuin tetangga yang baik yang mau kasih lahannya buat parkir tamu pengajian," ujar Dewi Perssik di YouTube Cumicumi, Sabtu (1/7/2023).
Selain itu, Depe juga sempat bermasalah dengan ketua RT setempat terkait pembagian sembako. "Sama pak RT dulu sudah pernah bermasalah soal sembako tahun yang kemarin," imbuhnya.
Dewi Perssik merasa ucapan ketua RTnya telah menyinggung. Pasalnya sang RT menyebut warganya tak butuh daging kurban lantaran sudah banyak bantuan.
"Maksudnya gini loh, mbok ya jangan sadis-sadis gitu loh pak. Mungkin beliau orang mampu, tapi kan saya mau kasih ke warga. Jangan hanya karena beliau tidak menyembelihkan sapi, terus beliau seperti itu kata-katanya. Saya sampai harus bayar Rp100 juta loh, akhirnya saya telepon polisi," kata Depe.
"Setiap tahun saya kasih gitu loh. Jangan sampai ini jadi salah paham atau fitnah, karena di situ bukan hanya Pak RT, tapi ada beberapa warga yang ikut emosi," pungkasnya.
Baca Juga: Marian Mihail: Tim Pelatih PSS Telah Analisa Kekuatan Bali United
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026