Eks drummer Kotak, Posan Tobing menuntut soal royalti hak cipta lagu. Ia bahkan melayangkan somasi kepada Tantri Kotak.
Tak cuma itu, saat jadi bintang tamu channel YouTube Uya Kuya, Posan Tobing membeberkan masa lalu Tantri sebelum menjadi vokalis Kotak.
Ia mengungkit jasanya yang pernah memperjuangkan Tantri agar bisa menjadi vokalis Kotak saat itu. Pasalnya banyak internal yang menolak Tantri menjadi vokalis karena alasan fisik.
"Tantri, lu harus ingat pertama kali lu mendaftar jadi vokalis Kotak, semua orang nggak ada yang setuju," ucap Posan Tobing memberi peringatan.
Bahkan Posan Tobing tega mengungkapkan ledekan internal soal wajah Tantri yang dinilai kurang menarik dan disebut mirip pembantu.
"Ada yang bilang 'jangan dia, mukanya kayak pembantu'. Cuma kan gue yang sering belain," ungkap Posan.
Cuplikan video yang diunggah oleh akun Instagram @dunianeti itu langsung membuat kehebohan. Para netizen menghujat cara Posan memberikan peringatan kepada Tantri.
"paling kesel sama org yang suka ungkit2 sesuatu. sumpah. orang kalo beneran baik gak bakal bilang dirinya baik, dan gak bakal ngungkit2. apalagi dia ngungkit2 plus ngatain, hadehhh," tulis netizen.
"Ga perlu lah bongkar2 masa lalu. masalahnya apa jadi bawa2 fisik," pungkas netizen.
"Masalahnya urusan royalti & hak cipta ini kan,kok malah menghina fisik, kocak ni orang," timpal netizen.
"Kok jadi ke mana-mana bahasan nya. Padahal cukup aja bahas tentang hak ciptanya tapi kenapa jadi ngebahas tentang balas budi ya," sentil netizen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring