Alshad Ahmad dihujat habis-habisan oleh netizen usai mengabarkan kematian anak harimaunya. Ia dituduh tak becus mengurus hewan-hewan yang ia pelihara.
Penyebab kematian harimau yang diberi nama Cenora itu kini masih dalam penyelidikan. Alshad Ahmad menduga Cenora mati karena ada kelainan paru-paru.
Meski sudah menjelaskan panjang lebar soal kematian Cenora, tapi Alshad masih saja dihujat netizen. Bahkan ada yang menyebut Cenora mati karena keseringan diajak ngonten.
Kesal masih dihujat meski sudah klarifikasi, Alshad Ahmad kembali menuliskan surat terbuka di akun Instagramnya.
"Melalui surat terbuka ini, terlebih dahulu saya menyampaikan ucapan terima kasih dari hati yang paling dalam kepada seluruh masyarakat atas semua perhatian termasuk saran maupun kritik yang disampaikan kepada saya terkait peristiwa kematian Cenora yang terjadi beberapa hari lalu," tulis Alshad Ahmad dikutip dari akun Instagramnya, Senin, (31/07/23).
Alshad berterima kasih kepada para netizen yang telah memberikan kritikan dan saran. Tapi ia merasa keberatan dengan adanya komentar hujatan yang ditujukan padanya.
"Pada prinisipnya saya tidak keberatan dengan kritik yang ditujukkan kepada saya. Namun demikian saya melihat dari sejumlah besar kritik tersebut, ternyata ada sebagian yang disampaikan secara tidak proporsional dan tanpa memperhatikan aspek kebenaran maupun kaidah etika," imbuh Alshad.
Merasa difitnah habis-habisan, Alshad mengancam bakal memenjarakan para netizen yang nekat melempar hujatan di media sosial. Ia juga meminta para netizen untuk segera menghapus komentar-komentar jahatnya.
"Oleh karena itu melalui kesempatan ini saya meminta kepada siapa yang telah menyampaikan tuduhan atau fitnah seperti yang saya sebutkan di atas agar dalam waktu secepatnya segera menghentikan dan menghapus tuduhan/komentar tersebut," tegas Alshad.
"Perbuatan menyampaikan tuduhan atau fitnah, sebagaimana diatur dalam pasal 27 ayat 3 dan pasal 45 ayat 3 UU tentang informasi dan transaksi elektronik. Ancaman pidana penjara, paling lama empat tahun dan atau denda paling banyak Rp 750 juta," ungkapnya.
Tag
Berita Terkait
-
Emosi Difitnah sebagai Pembunuh Harimau, Alshad Ahmad Ancam Pidanakan Haters: Saya yang Paling Terpukul!
-
Kasus Alshad Ahmad Viral, WWF Indonesia Ikut Buka Suara, Tegaskan Satwa Liar Bukan Hewan Peliharaan!
-
Teka-teki Penyebab Kemarian Anak Harimau Milik Alshad Ahmad, Pastikan Mati Bukan Karena Virus: Gua Merasa Bersalah...
Terpopuler
- Bedak Tabur atau Bedak Padat Dulu? Panduan Makeup Flawless Tahan Lama
- 4 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Sesuai Review Pembeli
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- Aisyah Zakkiyah, Komisaris Baru PTPP yang Viral Punya Gaji dan Tunjangan Miliaran
- Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
-
Jadi Tersangka Bareng Eks Jampidsus Febrie, Don Ritto Sudah Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya
-
Polri Tetapkan Febrie Adriansyah dan DR Tersangka Kasus Dugaan Korupsi serta TPPU
-
Jampdisus Febrie Adriansyah Akhirnya Mundur
-
Tangan Terborgol, Mulut Bungkam: Raut Wajah Bupati Sukoharjo Pakai Rompi Oranye KPK Tengah Malam
Terkini
-
AS Serang 140 Titik di Iran, Teheran Balas Serang 5 'Negara Pendukung' AS
-
Tragedi Maut Pantura Indramayu: Kecelakaan Beruntun di Lohbener, 10 Orang Meninggal Dunia
-
Gunung Karangetang Erupsi, Lontarkan Material Bikin Langit Siau Membara
-
Perang Terbuka AS-Iran! Selat Hormuz Resmi Ditutup, Harga Minyak Dunia Terancam Meroket
-
Tragedi Pantura Indramayu, Korban Tewas Kecelakaan Beruntun Bertambah Jadi 10 Orang
-
Kronologi OTT Kadishub Siak, Polisi Sita Uang Rp15 Juta dan Motor RX King
-
Pikap Warkidi Dihantam Truk di Pantura Indramayu: 3 Penumpang Tewas, Belasan Orang Luka-Luka
-
Memilih Pembalut yang Lebih Ramah Lingkungan, Ini yang Perlu Diketahui Perempuan
-
Dominasi Jawa Barat, Persib Bandung dan Goal Aksis Cimahi Juara HLS All-Stars 2026
-
Di Balik Sorot Lampu Stadion: Jayden Adams dan Bukti Bahwa Pesepak Bola Juga Manusia Biasa