/
Rabu, 18 Mei 2022 | 06:30 WIB
Aston Martin

Selebtek.suara.com - Aston Martin, harus putar otak untuk menghadapi masala yang telah ia hadapi. Hal itu karena perusahaan mobil mewah asal Inggris tersebut memiliki hutang mencapai 1,2 miliar dolar AS atau setara Rp17,3 triliun.

Banyaknya utang tersebut membuat Aston Martin mengalami sulit membayar kewajiban hutang. Upaya yang dilakukan Aston Martin tahun lalu tak mengalami keberhasilan. Mereka bahkan mencatat terus mengalami kerugian.

Dilansir dari Carbuzz, Selasa (17/5/2022) merek mobil yang dikenal sebagai milik James Bond ini melaporkan potensi kerugian mencapai 58,7 juta dolar AS atau setara Rp849,2 miliar di kuarter pertama tahun ini.

Kegagalan Aston Martin terlihat pada rendahnya penjualan SUV mereka Aston martin DBX, yang nyatanya tak sesuai harapan.

CEO Aston Martin Amadeo Felisa menjelaskan, masalah keuangan yang dialami perusahaannya adalah tantangan besar.

Sangat menantang buat saya untuk memegang peran ini di Aston Martin saat dimana kita akan menuju fase perkembangan yang lebih baik," ujar Amadeo Felisa.

Aston Martin DBX adalah tulang punggung penjualan mobil Aston Martin. Sayangnya penjualan mobil tersebut tak sesuai harapan dan kalah bersaing dengan mobil mewah lainnya.

Saat ini segmen SUV premium masih didominasi Lamborghini Urus, Bentley Bentayga dan Rolls-Royce Cullinan. Dari semuanya, Lamborghini Urus berada pada urutan teratas. (*)

Load More