/
Jum'at, 17 Juni 2022 | 16:33 WIB
suara.com

Selebtek.suara.com - Ada fakta baru tentang keadaan bulan yang dirilis oleh ilmuwan China. Misi Chang'e 5 menemukan bukti adanya air dua kali libat, baik berdasarkan analisis di tempat maupun sampel yang dibawa ke bumi.

Dilansir dari Suara.com, Jumat (17/6/2022) misi Chang'e 5 sendiri adalah mendarat ke bulan dan mengambil sampel satelit bumi itu. Misi pendaratan ini dilakukan pada bulan Desember 2020.

Sampel yang diambil menggunakan robot adalah yang memiliki usia termuda. Lokasi pengambilan berada di Oceanus Procellarus. Kemudian, sampel Bulan yang sudah dikumpulkan dikirim ke Bumi untuk diteliti.

Para ilmuwan China pun menyimpulkan kalau pemindaian spektral pendarat dari permukaan dan analisis sampel di laboratorium di Bumi, menunjukkan keberadaan air di wilayah tersebut.

"Untuk pertama kalinya, hasil analisis laboratorium pengembalian sampel Bulan dan data spektral dari survei permukaan Bulan in-situ digunakan bersama untuk memeriksa keberadaan, bentuk, dan jumlah air dalam sampel Bulan," ucap Li Chunlai, ilmuwan planet di National Astronomical Observatories of the Chinese Academy of Sciences (NAOC).

Dilansir dari Space.com, Jumat (17/6/2022), penelitian ini menyimpulkan rata-rata batuan dan tanah di permukaan Bulan mengandung sekitar 30 bagian hidroksil per juta. Hidroksil sendiri merupakan bahan utama air. 

Tim ilmuwan menilai sumber air terutama berasal dari bagian Bulan yang disebut apatit.

Li Chunlai juga mengatakan kalau misi Chang'e di masa depan berfokus pada air untuk membangun gambaran yang lebih detail tentang air Bulan. Khususnya pada es air potensial di kutub selatan Bulan melalui misi Chang'e 7. (*)

Load More