Merpati kura-kura yang dikenal dalam mitologi kuno, adalah spesies burung yang paling cepat menurun di Inggris dan di ambang kepunahan. Populasi burung unik ini sekarang hanya ada 2.100 pasangan yang berkembang biak di Inggris.
Dimuat dari laman Dailymail, Senin (20/6/2022) survei nasional pertama dari burung yang terancam punah telah ditemukan. Diperkirakan jumlah merpati kura-kura saat ini tinggal 2.100 pasang di Inggris pada tahun lalu, atau turun drastis dari 125.000 pasang pada tahun 1970.
Merpati kura-kura sebagian besar ditembak oleh pemburu di Eropa pada migrasi tahunan sejauh 3.000 mil untuk menghabiskan musim dingin di Afrika Sub-Sahara. Selain itu populasi merah kura-kura dianggap menurun karena kurangnya benih biji-bijian dari tanaman di musim semi dan musim panas.
Penelitian menunjukkan penurunan 98 persen dalam jumlah merpati kura-kura dalam setengah abad terakhir. Namun para peneliti yakin meski hasil ini melukiskan gambaran yang jelas dengan angka-angka, namun ada peluang bagus untuk membalikkan nasib burung ini.
Hampir 1.000 sukarelawan, petani, kelompok belajar dan klub burung daerah ambil bagian dalam survei tersebut. Konservasionis juga mengatakan mereka berharap jumlah burung merak kura-kura akan meningkat menyusul larangan berburu di Prancis, Spanyol, dan Portugal.
Hampir 1.000 sukarelawan, petani, kelompok belajar dan klub burung daerah ambil bagian dalam survei tersebut. Konservasionis juga mengatakan mereka berharap jumlah burung merak kura-kura akan meningkat menyusul larangan berburu di Prancis, Spanyol, dan Portugal.
Sebuah proyek bernama Operation Turtle Dove, kemitraan antara RSPB, badan amal konservasi Fair to Nature, Pensthorpe Conservation Trust, dan Natural England, juga bekerja untuk memulihkan dan menciptakan habitat perkembangbiakan baru untuk satu-satunya spesies merpati migrasi jarak jauh di Eropa.
Dikutip dari laman Avibirds, referensi tentang merpati kura-kura dikenal dalam mitologi Yunani dan Romawi. Dalam mitologi Yunani, merpati kura-kura menarik kereta emas sang Dewi Cinta Aphrodite, dan ini mungkin awal dari lambang merpati sebagai pesan cinta dan perdamaian.
Menurut penulis Romawi abad ke-3 Claudius Aelianus dalam karyanya yang terkenal 'De Natura Animalium' (Tentang sifat hewan) bahwa Dewi Panen Yunani Demeter, menganggap merapti kura-kura suci. Mungkin ini karena hubungan yang erat antara panen biji-bijian dan burung merpati kura-kura.
Berita Terkait
-
5 Weton Paling Sakral dan Sakti, Punya Kekuatan Terpendam Menurut Primbon Jawa
-
Kura-Kura Pakai Kostum Beruang? Ini Keseruan Buku Bob Shea
-
Review The Oddysey: Saat Nolan Mengubah Mitologi Jadi Potret Trauma Manusia
-
Ketika Mitologi Islam Bertemu Thriller Modern: Ulasan Mendalam Novel Tembok Yakjuj Makjuj
-
Asal-usul Malam 1 Suro Dianggap Sakral, Simak Sejarah dan Alasannya
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim