Selebtek.suara.com - Dunia instalasi audio hingga kini terus berkembang, selain diimbani dengan produk dengan teknologi canggih, sebuah workshop juga harus adaptasi dengan perkembangan jaman dan ditopang dengan tim work serta perangkat kerja yang moderen.
Sejalan dengan hal tersebut, Cartens Audio telah eksis selama 20 tahun, pada Juni 2022 ini, wokshop audio yang berada di bilangan Jalan Fatmawati ini genap memasuki usia 20 tahun eksis di bisnis car audio Indonesia.
Mengambil motto 'Towards the Next Level of Excellence' sebagai visi kerja mereka pada tahun ini hingga mendatang.
Display produk tersedia di workshop Cartens Audio
Bagi pecinta otomotif di Jakarta Selatan, kawasan onderdil Fatmawati, Jaksel, sudah tidak asing. Cartens Audio memulai usaha di bidang car audio sejak 2002 silam. Eddie Soesanto merintis dari kios kecil berukuran 9 meter persegi.
Rintisannya membangun instalasi dengan kualitas tinggi dengan referensi dari karya instalasi di Asia dan dunia.
Selain itu, Eddie juga fokus membangun merketing online sejak awal, serta banyak mengikuti pelatihan
juri berbagai asosiasi audio di Indonesia, Asia bahkan di Eropa.
Produk audio rentang menengah hingga hi-end
Boleh jadi, Cartens Audio juga dikenal sebagai workshop audio mobil pertama di Indonesia yang banyak membawa ide ide original dan inovatif dengan konsep audio mobil professional, moderen dan sarana yang memadai.
Buat penggemar otomotif dan audio mobil, di Cartens Audio customer akan dimanjakan dengan workshop instalasi yang bersih dan professional, demo sound dari berbagai brand audio mobil terkemuka di Indonesia termasuk produk produk audio mobil Hi-End.
Kepada rekan media, Eddie Soesanto mengungkapkan di usia 20 tahun, segenap tim Cartens Audio
berkomitmen untuk menaikkan kualitas pelayanan mereka, bukan hanya berkualitas 'baik' namun memberikan pelayanan dalam level Excellence dari berbagai segi seperti instalasi, pelayanan dan juga after sales service.
Baca Juga: Berkendara Aman Saat Gunakan GPS, Manfaatkan Fitur Audio
Eddie Soesanto juga mengatakan bahwasanya usaha Cartens Audio ini hanyalah titipan dari Allah Yang Maha Kuasa.
"Oleh karenanya Cartens Audio akan terus berkomitmen dengan nilai usaha yang diusung sejak awal berdiri di tahun 2002 yaitu menjadi 'Human for Others', usaha yang akan memprioritaskan kesejahteraan hidup para karyawan dan akan ikut serta dalam bagian kesejahteraan masyarakat," tukas Eddie Soesanto, baru-baru ini.
Selamat memasuki tahun ke-20 untuk usaha dan bisnis Cartens Audio. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- 5 Pilihan Sepatu Running Lokal Rp100 Ribuan, Murah tapi Kualitas Bukan Kaleng-Kaleng
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Mencerahkan Wajah, Cukup 3 Langkah Praktis Murah Meriah!
Pilihan
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
Terkini
-
NJKB BYD M6 PHEV Bocor, Harga Mulai Rp 100 Jutaan
-
Tepis Rumor Hengkang, Pep Guardiola Tegaskan Man City Kejar Treble Domestik
-
69 Kode Redeem FF Max Terbaru 4 Mei 2026: Klaim Gloo Wall Rio dan Gintoki Bundle
-
Suara Kerekan dari Sumur Tua di Belakang Rumah Ainun
-
4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
-
Tancap Gas Usai Wajib Militer, Jaehyun NCT Mendadak Umumkan Gelar Fancon di Jakarta Bulan Depan
-
Jadwal 'Brutal' Tak Halangi Dewa United, Jan Olde Riekerink Puji Mental Banten Warriors
-
Jakarta Darurat Sampah: Pemprov DKI Percepat Pembangunan PSEL untuk Kurangi Beban Bantargebang
-
Jimmy Ardianto Resmi Pimpin Kantor Perwakilan LPS I Sumatera
-
Menyusuri Gelap Kota di Taksi Malam: Antara Realita dan Moral yang Rapuh