/
Senin, 04 Juli 2022 | 22:58 WIB
suara.com

Selebtek.suara.com - Presiden Aksi Cepat Tanggap (ACT) Ibnu Khajar menjawab mengenai pemberitaan investigasi majalah Tempo.

Misalnya soal gaji presiden ACT sebesar Rp250 juta. "Salah satu alokasi pimpinan ACT Rp250 juta sumber itu kami tidak tahu darimana. Kami tidak bisa jelaskan sebenarnya sumber data darimana," kata Ibnu, hari ini, Senin 4 Juli 2022, dilansir Suara.com.

Ia juga menepis kalau keadaan keuangan ACT sedang tidak baik-baik saja. "Lembaga ini baik-baik saja dan secara keuangan konsisten sejak 2005," katanya.

Ibnu mengatakan kalau setiap tahun ACT melakukan audit dan hingga 2020 mendapat predikat WTP.

"Ini jadi poin penting karena opini ini hal penting, lembaga ini berjalan baik," kata dia.

Terkait pernyataan pendiri ACT Ahyudin yang menyebut dirinya dipaksa mundur dan didatangi 40 orang pada 11 Januari 2022, Ibnu juga membantah.

Ibnu mengatakan pimpinan ACT mundur karena kemauan sendiri, setelah dinasehati dewan pengurus.

"Ini untuk menepis info 11 Januari terjadi kudeta yang menyebabkan suasana tidak enak," kata Ibnu.

Terakhir, Ibnu membantah jika mobil Alphard yang diberitakan Tempo itu adalah milik perusahaan, bukan pribadi. Peruntukannya pun untuk memuliakan tamu.

Baca Juga: Potongan Tangan Lengkap dengan Jari Ditemukan di Samarinda, Diduga Milik Wanita Umur 17 Tahun ke Atas

"Kendaraan yang sebelumnya diberitakan (kendaraan mewah). Tentang Alphard dibeli lembaga untuk memuliakan tamu kami, ustaz. Tamu dari bandara untuk jemput mereka, kendaraan ini lebih maksimal untuk membantu masyarakat," kata Ibnu.

Dia menjelaskan sejumlah kendaraan seperti Toyota Alphard dan Misubishi Pajero Sport sudah dijual sejak 11 Januari 2022 untuk menutupi kewajiban lembaga, bersamaan dengan mundurnya Ahyudin dari jabatannya sebagai Presiden ACT.

"Kemarin diberitakan (Tempo), Juli awal sudah tidak ada kendaraannya, karena kendaraan dijual awal Februari," kata Ibnu.

Ibnu mengatakan sekarang dia menggunakan mobil Toyota Innova dan itu pun seewaan.

"Level ketua yayasan, presiden ACT menggunakan Innova lama. Adapun Innova ini sewaan. Vice president, direksi, operasional kerja yang digunakan kerja kantor berupa Avanza atau Xpander. Ini bukan inventaris lembaga melainkan sebagai masih sewa ke vendor," kata dia.

Tetapi Ibnu juga mengakui informasi dari Tempo ada benarnya.

Load More