/
Kamis, 04 Agustus 2022 | 20:30 WIB
Irjen Ferdy Sambo memenuhi panggilan Mabes Polri untuk kasus tewasnya Brigadir J di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022). (Suara.com/Yosea)

Selebtek.suara.com - Bareskrim telah selesai memeriksa Irjen Pol Ferdy Sambo sebagai saksi terkait kasus dugaan pembunuhan Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat dengan tersangka Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Kamis (4/9/2022).

Ferdy Sambo menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 7 jam, mulai 09.55 dan selesai pada pukul 17.15. Jenderal bintang dua mendapat pengawalan ketat dari sejumlah anggota Provos Polri.

Sambo mengatakan bahwa dirinya telah selesai memberikan keterangan terkait dengan dugaan tembak-menembak antara ajudannya.

"Hari ini saya sudah memberikan keterangan apa yang saya ketahui, saya lihat, saya saksikan terkait dengan peristiwa yang terjadi di rumah dinas saya Duren Tiga," kata Sambo, dilansir Suara.com.

Namun Sambo tidak banyak menjelaskan terkait dengan pemeriksaannya pada hari ini perihal berapa pertanyaan terhadap dirinya.

Ia mengajak semua pihak untuk memercayakan penyidik Polri mengungkap kasus yang terjadi di rumahnya secara terang benderang.

"Mari sama-sama kita percayakan kepada tim khusus yang menjelaskan secara terang benderang," kata Sambo.

Sebelumnya, Irjen Pol. Ferdy Sambo penuhi panggilan penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri untuk diperiksa sebagai saksi terkait kasus terbunuhnya Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir Yosua oleh Bharada Richard Eliezer atau Bharada E.

Mengenakan seragam Polri, Ferdy Sambo tiba di lobi Gedung Bareskrim sekitar pukul 10.14 WIB, dengan pengawalan ketat anggota polisi.

Baca Juga: Mr Thailand Kamthong, Suporter Nyentrik yang Turut Meriahkan ASEAN Para Games 2022

Ia mengatakan pemeriksaan kali ini merupakan kali keempat setelah memberikan keterangan kepada penyidik Polres Metro Jakarta Selatan dan Polda Metro Jaya.

"Saya sudah memberikan keterangan ke Polres Metro Jakarta Selatan, Polda Metro Jaya, dan sekarang yang keempat di Bareskrim Polri," kata Sambo.

Untuk pertama kalinya jenderal bintang dua itu muncul di hadapan media sejak kasus dugaan tembak-menembak di rumahnya pada hari Jumat (8/7) lalu.

Dalam kesempatan tersebut, dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada institusi Polri terkait dengan peristiwa yang terjadi di rumahnya.

Ferdy Sambo meminta masyarakat untuk tidak memberikan asumsi dan persepsi atas peristiwa berdarah yang terjadi di rumah dinasnya, Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. 

Ferdy Sambo juga meminta masyarakat untuk bersabar. Pasalnya, segala asumsi liar yang merebak hanya membuat kasus menjadi simpang siur.(*)

Load More