/
Selasa, 09 Agustus 2022 | 14:09 WIB
Camat Payakumbuh, Dewi Novianta (Youtube/DewiCentong)

Selebtek.suara.com - Camat Payakumbuh, Sumatera Barat, Dewi Novianta dicopot dari jabatannya gara-gara unggah konten ala Citayam Fashion Week.

Bahkan, Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut mengecam konten sang Camat yang melenggok bak model catwalk.

Pemecatan Dewi mencuat sejak dirinya mengunggah curhatan pilu dirinya dicopot dari jabatannya terkait unggahan ala Citayam Fashion Week melalui akun TikTok bernama @dewi.centong.

"Aku seorang Camat di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat. Pernah ikutan membuat video viral ala-ala Citayam Fashion Week dengan nama Payakumbuh Fashion Week," tulis sang Camat melansir SuaraSumbar.id, Senin (8/8/2022).

Nahas, MUI Payakumbuh menuliskan komentar berisi kecaman hingga melaporkannya ke pemerintah setempat.

"(Hingga) kemudian dikomenlah oleh salah satu lembaga MUI Kota Payakumbuh," ujarnya.

Dewi mengaku tak ada maksud untuk menjelekkan atau melecehkan norma agama maupun adat istiadat setempat. Namun, hal tersebut dinilai berbeda oleh pihak MUI setempat.

Padahal, Dewi hanya mengikuti aksi Wali Kota Pariaman, Genius Umar yang sempat menjajal bergaya di ajang Citayam Fashion Week beberapa waktu lalu.

Dewi pun mengucapkan 'terima kasih' kepada MUI lantaran lantaran telah mengakhiri kariernya. Ia juga menilai kejanggalan bahwa MUI tidak mengomentari konten-konten serupa yang juga dibuat oleh masyarakat Sumatera Barat.

Baca Juga: Ini Manfaat Keberadaan Komunitas untuk Deteksi Dini Penyakit Kanker

"Terima kasih MUI Kota Payakumbuh, sudah membuat hancur semua impian aku. Tapi yang anehnya daerah lain di Sumatera Barat yang membuat video seperti ini tidak di komen sama sekali," jelasnya.

"Jangan latah mengikuti apa yang sedang tren/viral, karena ibu adalah pejabat publik yang akan menjadi contoh/tauladan bagi masyarakat," tulis MUI di kolom komentar konten Dewi.

Bahkan, MUI menyebut aksi Dewi tersebut adalah tindakan tabbaruj atau meniru orang-orang yang tak sejalan dengan Islam. Tak tanggung-tanggung pihak MUI juga berbekal dalil ayat Al Quran untuk mengingatkan Dewi akan konsekuensi aksinya.

"Apalagi model fashion yang Ibu ikuti tersebut adalah tabarruj orang-orang jahiliyah yang dikecam dalam Syari'at (QS al-Ahzab: 33)," sambungnya.

MUI melaporkan Dewi ke sang wali kota hingga dirinya harus merelakan karier yang ia bangun sekian lama. Dewi juga turut menyayangkan bahwa komentar pihak MUI terhadap kontennya tak objektif.

"Karier yang aku bangun sekian lama hancur hanya gara-gara komen MUI yang sangat tidak objektif. Dengan melaporkan aku ke Walikota Payakumbuh dan akhirnya aku di berhentikan jadi Camat di Payakumbuh Timur," curhat Dewi.

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi turut mengomentari pemecatan Camat dari Payakumbuh tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya tak memberhentikan Dewi, melainkan hanya memindahkannya.

"Saya tidak berhentikan camat, dipindahkan saja," ungkap Riza, dikutip dari Covesia.com -- jaringan Suara.com, Senin (8/8/2022).

Kendati demikian, Riza membenarkan bahwa langkah yang ia buat merupakan imbas dari konten Dewi tersebut.

"Memang, dipindahtugaskan camat tersebut buntut dari unggah video ala Citayam Fashion Week. Namun, ada beberapa kesalahan lain yang tidak bisa saya sebutkan pada media," terangnya.

Tak berhenti di situ, Riza juga mewanti-wanti bahwa sebagai Camat, Dewi hadir untuk ditiru oleh masyarakat, bukan untuk membuat kontroversi.

Sebagai imbas kontroversi yang dituai Dewi, Riza memindahkan Dewi sebagai sekretaris kantor Satpol PP setempat.

"Pejabat itu ditiru, sebaiknya jangan membuat hal yang mengundang kontroversi. Setelah dipertimbangkan, kita pindahkan saja menjadi Sekretaris Satpol PP Payakumbuh," pungkas Riza.(*)

Sumber: Suara.com

Load More