Selebtek.suara.com - Di Bulan Agustus ini masyarakat dunia mengenang 77 tahun tragedi kemanusiaan berupa jatuhnya Bom Atom di Hiroshima pada 6 Agustus 19 45 dan di kota Nagasaki yang terjadi pada 9 Agustus 1945.
Jumlah orang yang meninggal akibat ledakan Bom Atom di Hiroshima dan Nagasaki diperkirakan mencapai 140.000 jiwa dari populasi 350.000 orang.
Melansir bbc.com, setidaknya 74.000 individu kehilangan nyawa di Nagasaki. Radiasi Bom Atom yang dilepaskan partikel nuklir ini menyebabkan ribuan orang meninggal dalam hitungan minggu, bulan, dan tahun setelah tragedi peristiwa tersebut.
Mereka yang bertahan hidup dari serangan bom ini dikenal dengan istilah hibakusha. Para penyintas tersebut menghadapi hal-hal mengerikan termasuk trauma psikologis.
Perjuangan Para Hibakusha
Para hibakusha, Hiroshima-Nagasaki, mengalami nasib tragis pasca-insiden.Selain mengidap efek samping radiasi, mereka juga mendapat stigma negatif.
Ada salah keyakinan yang tumbuh di kalangan orang-orang saat itu, bahwa mereka yang terpapar radiasi membawa penyakit menular ke orang lain. Akibatnya Hibakusha dikucilkan dari masyarakat dan menghadapi kesulitan keuangan parah.
Situasi baru sedikit membaik pada tahun 1950-an, setelah pemerintah Jepang secara resmi mengakui keadaan buruk Hibakusha.
Tunjangan akhirnya diberikan secara bulanan dan akses perawatan medis digratiskan bagi para penyintas pengeboman.
Namun itu tidak melepas semua beban yang dipikul para Hibakusha. Tekanan keuangan memang berkurang, tetapi stigma negatif masih melekat ke diri mereka hingga berpuluh-puluh tahun berikutnya.
Bagi banyak Hibakusha, efek samping fisik dan mental dari pengeboman berlangsung sampai akhir hayat mereka.
Beberapa diterpa penyakit yang terus kambuh, dan acapkali menyebabkan kematian dini. Contohnya leukemia atau jenis-jenis kanker lainnya, masalah jantung dan hati, lalu di kemudian hari menderita katarak.
Kemudian penyintas yang terbakar akibat kena ledakan dan badai api, menyisakan bekas luka yang membuat mereka kesakitan selama sisa hidupnya.
Sky History mengungkapkan, bahkan sampai sekarang 75 tahun setelah pengeboman terjadi, masih ada Hibakusha yang hidup.
Di usia 80 sampai 90-an tahun mereka masih mendapat bantuan dan dukungan dari pemerintah, lalu diperlakukan jauh lebih baik dan lebih diperhatikan daripada tahun-tahun setelah tragedi mematikan tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
Terkini
-
8 Kereta Batal Berangkat dari Stasiun Senen dan Gambir Hari Ini, Ada KA Brantas hingga Parahyangan
-
4 Toner Beras untuk Melembapkan dan Mencerahkan Kulit Kusam
-
Pangkas Harga Produk Menjadi Senjata Kia Hadapi Dominasi BYD
-
Kesaksian Korban Kecelakaan KRL: Nyawa Selamat Berkat Cooler Bag ASI
-
Deretan Kontroversi Rudy Masud: Mobil Dinas Rp8,5 Miliar hingga Renovasi Rumdin Rp25 M!
-
Kejari Bireuen geledah Kantor Satpol PP dan WH 2 Jam, Temukan Dokumen Dugaan Korupsi Anggaran
-
Bertambah Satu! Korban Jiwa Kecelakaan KRL di Bekasi Total 16 Orang
-
WIC Jakarta Menjadi Tuan Rumah Pembukaan Konferensi Welcome Clubs International ke-17
-
7 Rekomendasi Gimbal Stabilizer HP Terbaik, Hasil Video Anti Goyang Sekelas Profesional
-
HP Infinix RAM 8GB Berapa Harganya? Ini Daftar 9 Tipe Terlaris