Selebtek.suara.com - Artis dan Presenter Nikita Mirzani kembali mendatangi Polresta Serang Kota untuk menjalani wajib lapor terkait kasus kasus pencemaran nama baik yang dilaporkan oleh Dito Mahendra.
Nikita Mirzani mendatangi Polresta Serang Kota bersama temannya, Fitri Salhuteru dan Dea, untuk menjalani pemeriksaan tambahan.
Fitri Salhuteru selama ini terkenal sebagai sahabat Nikita Mirzani. Kedekatan keduanya bahkan memunculkan istilah di mana ada Nikita Mirzani, di situ biasanya ada Fitri Salhuteru. Terlebih ketika sang artis menghadapi kasus hukum.
"Saya wajib lapor ke Serang, sudah jadi kewajiban, sambil nganterin ke Fitri jadi saksi sama Dea juga jadi saksi meringankan,'' kata Nikita kepada wartawan di Polres Serang Kota, Senin (15/8/2022).
Saat ditanya soal persiapan, Fitri mengaku tidak mempersiapkan apapun. Hanya saja dia akan bersaksi sesuai dengan yang dia ketahui terkait permasalahan Nikita Mirzani dan Dito Mahendra.
"Persiapannya nggak ada sih, ini bukan menurut saya ya, bukan hal dikhawatirkan dan bukan hal yang besar. Tentu saya dekat dengan Niki tau, kenapa Niki melakukan dan berucap seperti itu," jelas Fitri Salhuteru.
Fitri juga menambahkan kalau dirinya tahu persis kepada siapa kalimat sindiran ditujukan Nikita Mirzani. "Karena saya tahu persis himbauan yang ditujukan Niki ke siapa dan tujuannya seperti apa gitu. Dan apa bukti yang Niki punya tentu akan saya utarakan," pungkasnya.
Ajak Dito Mahendra Bertemu
Dalam kesempatan itu Nikita Mirzani mengaku ingin bertemu dengan pelapornya yakni Dito Mahendra.
Baca Juga: Begini Cara Pelaku UMKM Ikuti Program Pasar Lokal Suara UMKM
Nikita mengaku tidak pernah bertemu dengan Dito usai dia ditetapkan sebagai tersangka atas laporan Dito.
"Saya justru minta saudara Dito dihadirkan di sini, saya mau kenalan, saya kan mau ketemu langsung, tapi nggak bisa hadir mulu, saya bingung," ujar Nikita di Polres Serang
Nikita mengatakan dia tidak pernah ditawarkan restorative justice dalam kasus ini. Jika pihak Dito menawarkan, Nikita mengaku akan menyetujui itu.
"Saya nggak pernah ditawarin restorative justice, kalau pun ditawarkan saya pasti hadir," katanya.
Ada sekitar 15 pertanyaan tambahan yang disampaikan penyidik. Tapi, katanya itu bukan masalah besar.
"Dito-nya juga bukan siapa-siapa di republik ini kan, jadi jangan terlalu dibesar-besarkan," tambah Nikita.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- 4 Seri MacBook yang Harganya Terjun Bebas di Awal 2026, Mulai Rp8 Jutaan
- Promo Indomaret 26 Februari Sampai 1 Maret 2026, Diskon Besar Minyak Goreng dan Pampers
Pilihan
-
Iran Bombardir Kantor Benjamin Netanyahu Pakai Rudal Hipersonik, Kondisinya Belum Diketahui
-
Istri Ayatollah Ali Khamenei Juga Gugur Sehari Setelah Sang Suami, Dibom Israel-AS
-
Istri Ali Khamenei Meninggal Dunia Akibat Luka Serangan AS-Israel ke Iran
-
Bakal Gelap Gulita! Pemkot Solo Stop Sementara Pembayaran Listrik Keraton Surakarta ke PLN
-
Imbas Perang Iran, Pemerintah Cari Minyak dari AS demi Cegah Harga BBM Naik
Terkini
-
Persib Bandung Imbang dengan Persebaya, Bojan Hodak Pilih Tak Komentari Pertandingan
-
Iran Dibombardir AS-Israel, Ali Daei: Negara Saya Terbakar, Saya Berharap Saya Mati
-
FIBA Tunda WASL 2025/2026 Imbas Situasi Konflik di Iran
-
Rokok HS Itu Apa? Bosnya Kecelakaan Hingga Istri Meninggal
-
Militer AS Gunakan AI Claude untuk Perang di Timur Tengah
-
Gaji Rp3 Juta Harus Zakat Berapa? Begini Aturan Sesuai Syariat Islam
-
Pakar Sebut Cederai Hukum, Tindakan Militer IsraelAS Turunkan Marwah Diplomasi Internasional
-
Bolehkah Zakat Mal dan Fitrah Diberikan Kepada Orang Tua? Begini Hukumnya
-
Tahan Imbang Persib Bandung, Bernardo Tavares Puji Semangat Juang Persebaya Surabaya
-
Defisit 4 Gol, Barcelona Dihadapkan Misi Sulit Kontra Atletico Madrid