Selebtek.suara.com - Pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menuding Dirut PT Taspen Antonius Nicholas Stephanus Kosasih mengelola dana calon presiden (capres) 2024 sebesar Rp300 triliun
Menurut Kamaruddin, aliran dana Rp300 triliun ini dikelola oleh Antonius Nicholas Stephanus Kosasih bersama dengan beberapa wanita. Mereka dititipkan uang tersebut untuk diinvestasikan dan kelak akan mendapatkan cashback.
Pengacara ini juga menyebut para wanita tersebut berlokasi di beberapa tempat, dan dinikahi secara 'gaib' oleh Antonius.
"Wanita-wanita ini ditaro di apartemen salah satunya di Jakarta Barat itu bintang 7. Wanita-wanita ini dititip uang dengan cara uang yang 300 triliun itu di investasikan lalu ada cashback dari wanita-wanita yang tidak ia nikahi secara resmi hanya secara gaib dinikahinya," tuturnya, dilansir depok.suara.com-media jaringan Suara.com dari akun Twitter @cobeh2021.
Yang mengagetkan, lanjut Kamaruddin, para wanita-wanita itu bisa melakukan transaksi perbankan Rp200 juta per hari tanpa tahu asal aliran dananya.
Melihat aliran dana Rp300 triliun yang tidak wajar membuat Kamaruddin Simanjuntak memberikan laporan kepada Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan beberapa stakeholder lainnya dengan cara mengirimkan surat.
Namun, Kamaruddin mengaku tidak mendapatkan balasan ataupun renpons, hingga ia bingung harus melaporkan kemana lagi
"Saya surati presiden diam, saya surati wakil presiden diam, saya surati komisi 6 diam, saya surati Menteri Keuangan diam, saya surati Menpan RB diam, saya surati Meneg BUMN diam. Saya surati Direktur SDM PT Taspen diam. Saya surati Komisi III diam, lalu saya harus bersurat kemana lagi," beber Kamaruddin.
"Maka karena saya sudah surati semua diam, maka saya beritahukan semua pemegang saham," pungkasnya.(*)
Baca Juga: 40 Rumah di Jatinegara Jaktim Terbakar, Diduga Korselting Listrik
Sumber: depok.suara.com
Berita Terkait
-
Panas Suara Pengacara Brigadir J, Tuduh Dirut Taspen Kelola Dana Capres Rp 300 Triliun Hingga Tudingan Nikah Gaib
-
Geger Kabar Dana Taspen untuk Pencapresan 2024, Yusril Ihza Mahendra Beberkan Hal Ini
-
Kamaruddin Nilai Ada Akal-akalan Ferdy Sambo Dibalik Ajukan Surat Pengunduran Diri
-
Tuding Erick Thohir Soal Dana Capres Rp300 Triliun, Faisal Assegaf Dipolisikan
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
-
Tensi Tinggi! Jose Mourinho Boikot Konferensi Pers Jelang Real Madrid vs Benfica
-
Gunung Dempo Masih Waspada, Warga Pagaralam Diminta Jangan Abaikan Imbauan Ini
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
Terkini
-
Perobek Gawang Juventus, Mergim Vojvoda: Saya Percaya Allah SWT, Anti Takhayul
-
CEK FAKTA: Beredar Tautan Mudik Gratis BUMN 2026 di Medsos, Benarkah?
-
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga: Kerry Adrianto Merasa Dijebak dalam Kasus Korupsi Pertamina
-
Lima Laga Tak Kebobolan, Ini Cara Joice Sorongan Ubah Mindset Kiper Kendal Tornado FC
-
Jaga Citra Polisi, Kasus Kematian Kurt Cobain Tak Akan Dibuka Lagi
-
Legenda Juventus: Saya Justru Senang Jika I Bianconeri Gagal di Liga Champions
-
Bea Cukai Tindak 249 Juta Rokok Ilegal di Januari 2026
-
Alfamart-Indomaret Dominasi, Menkop: Aturannya Ada di Daerah
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
-
Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat