Selebtek.suara.com – Tutut menjadi salah satu kuliner kaki lima yang cukup mudah ditemukan di ibu kota dan sekitarnya. Tutut adalah keong air tawar yang diolah dengan beragam bumbu rempah-rempah.
Namun siapa sangka kudapan yang biasa dijual Rp5000 sampai Rp10.000 perporsi membuat Livy Renata harus dilarikan ke rumah sakit. Diketahui kalau ia mengalami keracunan karena mengonsumsi hewan bercangkang tersebut.
Beruntungnya, Livy Renata hanya menginap sehari di rumah sakit. Setelah itu ia bisa beraktvitas lagi seperti biasa.
"Awalnya ada acara gitu guys, mereka bawa seafood. Aku makan dan ada tutut juga (dimakan)," kata Livy Renata ditemui di kawasan Sudirman, Jakarta Selatan belum lama ini.
Perempuan berusia 20 tahun itu mengatakan jika sebenarnya tidak bisa makan makanan laut. Ia juga tidak bisa mengonsumsi tutut yang hidup di sawah atau sungai.
Namun ia tidak menyangka efeknya akan begitu parah di tubuh.
"(Rasanya) aduh gila, besoknya muntah-muntah, muntaber," terang Livy Renata.
Saat ini Livy Renata akan lebih selektif memilih menu makanan yang dikonsumsi. Ia tidak mau kejadian tak mengenakan itu kembali terulang. (*)
Baca Juga: Usut Aliran Uang Kasus Judi Online Apin BK, Polda Sumut Gandeng PPATK
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor: Persatuan Adalah Benteng Terakhir Bangsa