/
Sabtu, 24 September 2022 | 10:11 WIB
Hasnaeni alias Wanita Emas (Suara.com/Ummi Hadyah Saleh)

Selebtek.suara.com - Hasnaeni Moein, tersangka kasus korupsi atau penyelewangan dana PT Waskita Beton Precast tahun 2016-2020 yang rugikan negara hingga Rp2,5 triliun tengah menjadi perbincangan masyarakat.

Publik menyoroti aksinya yang menangis histeris saat petugas memaksanya masuk ke dalam mobil tahanan usai ditetapkan sebagai tersangka.

Bukan hanya itu, publik pun dibuat penasaran dengan julukan "Wanita Emas" yang disematkan pada Hasnaeni.

Melansir Suara.com, sebutan wanita emas rupanya berasal dari partai yang didirikan Hasnaeni Moein yaitu Partai Emas atau Partai Era Masyarakat Sejahtera

Perempuan yang memiliki nama lengkap Mischa Hasnaeni Moein ini adalah pendiri sekaligus Ketum (Ketua Umum) Partai Emas. Ia menyampaikan, penggunaan nama 'Emas' tersebut adalah sebagai simbol kesejahteraan.

Hasnaeni pun kemudian menggunakan nama sapaan "Wanita Emas" di belakang nama aslinya dengan harapan agar bisa jadi seseorang yang mampu memberikan kesejahteraan untuk masyarakat luas.

Julukan "wanita emas" ini telah digunakan oleh Hasnaeni sejak akan mencalonkan diri dalam Pilkada Tangerang Selatan pada tahun 2010 lalu. Walaupun kemudian dia batal mencalonkan diri, namun julukan "Wanita Emas" yang disematkan padanya tetap dia gunakan.

Pada tahun 2017 lalu, tepatnya saat mencalonkan diri dalam Pilkada DKI, Hasnaeni juga menggunakan jargon 'Era Masyarakat Sejahtera' sama seperti saat dia akan mencalonkan diri dalam Pilkada Tangerang Selatan tahun 2010.

Namun, sayangnya perjalanan karir si "Wanita Emas" dalam dunia politikan harus pupus karena ia menjadi tersangka dalam kasus korupsi atau penyewengan dana PT Waskita Beton Precast.

Baca Juga: Akan Diluncurkan di 2023, Terungkap Bocoran Tablet Google Pixel

Hasnaeni ditangkap Kejagung (Kejaksaan Agung) atas kasus dugaan Korupsi pada hari Kamis, 22 September 2022. Korupsi yang ia lakukan bersama 4 tersangka lainnya tersebut disebut-sebut telah membuat negara rugi mencapai Rp2,5 triliun, tepatnya Rp2.583.278.721.001.(*)

Sumber: Suara.com

Load More