/
Rabu, 28 September 2022 | 17:35 WIB
Kafe di Palangkaraya diduga sarang LGBT (Tangkapan layar)

Selebtek.suara.com - Video dengan narasi kafe sarang pasangan Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di kawasan Palangkaraya, Kalimantan Tengah tengah viral di media sosial. 

Menanggapi viralnya kabar tersebut, pemilik kafe membantah tudingan tempatnya dijadikan sarang LGBT.

“Saya pemilik kafe menanggapi tentang kejadian di media yang viral itu bahwa menyatakan di situ ada sarang LGBT, hal itu sama sekali tidak benar," kata pemilik kafe dalam klarifikasi video yang diunggah Walikota Palangkaraya, Fairid Naparin melalui Instagram, dikutip Rabu (28/9/9/2022).

Pemilik kafe juga menjelaskan kronologis kejadian yang terjadi di tempatnya hingga beredar video viral tersebut.

"Adapun mereka yang ada pegang-pegang temannya, itu ada satu keributan untuk menyabarkan mereka jangan sampai berkelahi dan sebagainya. Dan adapun yang ada kaitannya seperti orang anu, itu orang berbicara tidak terlalu kedengaran karena suara musik. Yang masalah LGBT itu sampai sekarang saya tidak tahu,” lanjutnya.

Fairid menegaskan saat ini kepolisian serta timnya sedang memproses dan melakukan pemeriksaan terkait kasus ini. Ia juga memastikan akan memberikan tindakan tegas apabila ditemukan bukti adanya sarang LGBT di daerah pimpinannya.

"tim saat ini sedang memproses dan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu, serta kita akan memberikan tindakan tegas apabila nantinya terbukti benar, atau pun menjadi aduan masyarakat banyak " tentang keresahan" warga misal perkelahian. Tentu ini bisa menjadi point2 dalam menentukan kebijakan," kata Fairid di kolom caption.

Walikota Palangkaraya juga mengajak masyarakat untuk bersabar dan tidak memberikan opini dahulu sebelum ditemukan bukti kuat.

"Untuk sementara mohon bersabar tidak memberikan opini meluas dulu, yang pasti kami sudah tindak lanjut dan biarkan tim berkerja dulu," ujar Fairid

Baca Juga: Calon Duda Tajir! Punya Aset Hingga Miliaran, Intip 4 Sumber Kekayaan Dedi Mulyadi Berikut

Fairid juga menegaskan pihaknya tidak memberikan ijin untuk aktivitas LGBT di daerah Palangkaraya

"Untuk di ketahui deklarasi LGBT kemaren saya beserta Kapolresta tidak memberikan ijin, sudah jelas undang2 melarang itu , dan Kota Palangkaraya tidak memperbolehkan itu," tandasnya.(*)

Load More