Selebtek.suara.com - Setelah mempertimbangkan soal petisi boikot Lesty Kejora, akhirnya KPI buka suara tentang keputusannya dalam hal tersebut.
Melansir dari akun @rumpi_gosip, Nuning Rodiyah selaku Komisioner KPI Pusat Bidang kelembagaan, menyampaikan kepada awak media tentang keputusan yang diambil oleh KPI terkait petisi boikot Lesty Kerjora.
Ia menjelaskan bahwa Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) memastikan ruang siar stasiun TV benar-benar bersih dan clear.
"Sekarang yang bersangkutan kan dalam proses hukum, Komisi Penyiaran Indonesia memastikan siapapun yang dihadirkan oleh program siaran, kita memastikan ruang siar kita benar-benar clear dan bersih" ujar Nuning
Ia juga menyampaikan bahwa KPI menginginkan program siaran tersebut benar-benar berorientasi kepada edukasi publik.
"Kita ingin semua isi dari konten siaran dari lembaga penyiaran itu benar-benar berorientasi kepada edukasi publik. Jadi bukan hanya informatif dan menghibur, tapi masyarakat publik juga dapat hal-hal yang bisa mengedukasi mereka," sambung Nuning.
Pada unggahan tersebut banyak Netizen yang berpendapat tidak setuju jika Lesty Kejora benar-benar di boikot dari stasiun TV Indonesia.
"Knp sih hrs mematikan rezeki orang, biarlah urusan rmh tangga jgn dibawa ke urusan pekerjaan yg pntg tdk merugikan hdp kalian" komentar akun @ryiia_lova
"klo mau boikot artis hrs di sama ratakan artis napi hrs di boikot.. artis yg sekandal video porono di boikot...artis yg kasus narkoba di boikot jg..jadi adil" kata akun @nofriadi425
Baca Juga: Daftar Karakter Cowok di Genshin Impact, Pilih Jagoan yang Paling Tampan
"Klo memboikot lesti karna dia cabut laporan... itu gak masuk akal sih..itu pilihan dia, dia memilih untk memperrahanlan rumah tangganya, memberikan 1 kesempatan pd suaminya, lagian dia gak heboh koar2 sana sini, bkn berrti dia mendukung KDRT, dia rujuk sama suaminya memangnya merugikan kalian, rasanya tdk, klo mw boikot tu acara2 yg gK berfaedah," ujar akun @risnaisawati
"lesty itu berprestasi Iho. emang dia salah apa kenapa di boikot.. dia emng salah apa?? bagaiimana dengan artis yang berkhasus narkoba dll, kenapa harus leslar terus yang di bahas" ucap akun @novianisfebri26
Tag
Berita Terkait
-
Tagar Boikot Lesti Kejora Oleh Netizen Tak Mempan, KPI Sebut Masih Dipertimbangkan
-
Fans Leslar Sampaikan Pesan untuk KPI: Diblaclist tapi Jadi Topik Acara TV, Direndahkan dan Dibully
-
Diduga Ada Intervensi, Pengacara Brigadir J Kamaruddin Simanjuntak Dicekal Stasiun TV
-
Lesty Kejora Blak-blakkan Ingin Kembali dengan Rizky Billar : Ini Keputusan yang Terbaik
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?